Pebiliar Kabupaten Cirebon Rebut Tiket Babak Utama PON 2020

Pebiliar putra Kabupaten Cirebon itu memastikan diri lolos ke babak utama Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020. FOTO: TATANG RUSMANTA/RADAR CIREBON
Pebiliar putra Kabupaten Cirebon itu memastikan diri lolos ke babak utama Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020.FOTO: TATANG RUSMANTA/RADAR CIREBON

CIREBON–Nasib baik akhirnya menghampiri Dhendy Krhistanto. Pebiliar putra Kabupaten Cirebon itu memastikan diri lolos ke babak utama Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020. Dhendy berhasil mewujudkan impiannya dengan merebut satu tiket putaran final PON dari nomor perorangan 6 reds putra.

Dhendy mengikuti dua nomor pertandingan pada Pra PON 2020 yang masih berlangsung di Jakarta kemarin. Dhendy gagal pada nomor spesialisasinya, yaitu snooker perorangan putra, akhir pekan lalu usai dikalahkan Putu Edy Wirawan asal Bali. Setelah itu, Dhendy kembali berjuang pada nomor 6 reds.

Di luar dugaan, salah satu pebiliar termuda di kelasnya tersebut, Dhendy berhasil tampil gemilang. Tidak hanya berhasil merebut tiket babak utama PON, pebiliar 25 tahun itu sukses melaju ke babak final dan menumbangkan salah satu pebiliar terbaik Indonesia asal Jawa Tengah Yoni Rachmanto.

Perlu diketahui, Yoni merupakan peraih medali emas PON 2016 di Jawa Barat. Dia juga salah satu andalan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Biliar Indonesia. Pada Juli lalu, Yoni tampil cukup meyakinkan di ajang Taiwan Formosa 2019 dengan lolos ke putaran final.

Dhendy sangat mengesankan saat bermain di partai final, Jumat pagi (30/8). Setelah pulih dari sakit yang menyebabkan dia gagal di nomor snooker, peraih tiga medali emas Porda Jawa Barat 2018 itu akhirnya berhasil mengeluarkan kemampuan terbaik.

Yoni tidak diberi kesempatan meraih poin. Dhendy menang telak dengan skor 4-0 di pertandingan itu. “Puji Tuhan, saya merasa beruntung sekali setelah memenangkan pertandingan ini,” kata Dhendy saat dikonfirmasi Radar Cirebon.

Dengan demikian, untuk kedua kalinya Dhendy bakal menjejakkan kaki pada pesta olahraga terbesar di Indonesia. Dia pertama kali membela Jawa Barat di PON 2016 dan menyumbangkan medali perunggu. Pada PON 2020 di Papua, pebiliar kelahiran Semarang 17 Desember 1994 itu berambisi jadi juara pertama.

Namun demikian, tugas Dhendy masih cukup berat. Lolos Pra PON baru permulaan saja buat dia. Setelah ini, perjuangannya akan lebih berat. “Ya, harus bisa jaga performa supaya tetap konsisten hingga setahun ke depan. Saya yakin, POBSI Jawa Barat juga akan sangat membantu program latihan saya supaya lebih maksimal,” pungkasnya. (ttr) 

Berita Terkait