Pegadaian Catatkan Rekor Leprid; Pembukaan Tabungan Emas Terbanyak

PEGADAIAN-BERSIH-BERSIH
BERSIH-BERSIH: PT Pegadaian (Persero) menyelenggarakan kegiatan Gold for Work yang berlangsung di stadion Bima dengan melibatkan sekitar 500 peserta, Sabtu (6/4). FOTO: SRI WAHYU NINGSIH/RADAR CIREBON

CIREBON – Sejalan dengan program Menuju Indonesia Bersih, PT Pegadaian (Persero) menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan dengan tema Gold for Work. Kegiatan tersebut merupakan program sosial perusahaan berupa program padat karya pemerintah yang berkolaborasi Pegadaian.

Kegiatan tersebut diadakan secara serentak di 12 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan melibatkan 6.000 orang. Peserta yang terlibat dalam kegiatan Gold for Work ini, mendapatkan imbalan berupa tabungan emas. Dari capaian itu ditetapkan sebagai rekor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) yang dihitung berdasarkan pembukaan tabungan emas dari hasil Gold for Work di 12 Kota.

Kegiatan Gold for Work dilaksanakan secara serentak di 12 kota yaitu Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta 1 Kemayoran, Jakarta 2 Tangerang, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Manado, Makassar, dan Denpasar. Selain itu, kegiatan juga diadakan di Cirebon, tepatnya di area stadion Bima, yang merupakan perwakilan dari Pegadaian Kantor Wilayah X, Bandung.

Di Cirebon, kegiatan tersebut dihadiri Kabid Kepemudaan Olahraga Disporbudpar Kota Cirebon Agus Setiadiningrat, Inspektur Wilayah Kanwil X Bandung Ritta Karuniawati, Pimpinan Wilayah X, Bandung PT Pegadaian Mufri Yandi, dan Deputi Bisnis Area Cirebon PT Pegadaian Dwi Santoso.

Dalam kesempatan itu, Mufri menuturkan bahwa kegiatan Gold for Work merupakan bagian dari kepedulian Pegadaian dalam kampanye mengurangi sampah plastik. Sebab, saat ini kondisi sampah plastik di Indonesia berada di urutan kedua setelah Tiongkok. Kondisi tersebut mengkhawatirkan, sekaligus mengancam biota laut.

“Harapannya, masyarakat dapat mengurangi konsumsi plastik. Langkah yang dilakukan mulai dari bawa botol minum, mengurangi sedotan, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Di sisi lain, sebagai perusahaan Pegadaian tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga menjalankan misi sosial. Pegadaian Bersih-bersih sudah menjadi bagian dari program CSR Pegadaian.

“Terima kasih kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sampah yang dikumpulkan masyarakat ini akan mendapatkan tabungan emas dari Pegadaian,” jelasnya.

Sementara itu Dwi Santoso menambahkan, melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong kebiasaan masyarakat untuk mulai memilah sampah dari masing-masing rumah. Memilah sampah yang organik dan anorganik.

Sampah anorganik yang bernilai jual seperti botol plastik dan lain sebagainya dapat dikumpulkan ke bank sampah di RW 08 Merbabu Asih. Kemudian sampah itu dinilai dan dikonversikan dalam bentuk tabungan emas Pegadaian.

“Diharapkan juga dapat mendorong tumbuhnya kelompok-kelompok masyarakat lainnya untuk memilah sampah seperti bank sampah RW 08 Merbabu Asih,” tambahnya.

Sementara itu, dalam siaran persnya, Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto mengatakan bahwa Gold for Work ini adalah bentuk kepedulian Pegadaian terhadap lingkungan, serta ekonomi masyarakat di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan program pemerintah yang dikolaborasikan dengan program sosial Pegadaian, memilah sampah menjadi tabungan emas. Masyarakat dapat menambah saldo tabungan emas di outlet-outlet Pegadaian.

Melalui ATM atau menggunakan aplikasi Pegadaian Digital. Ini merupakan rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) BUMN dan Pegadaian sebagai wujud kepedulian BUMN Hadir untuk Negeri.

“Dengan cara ini lingkungan kita akan menjadi lebih bersih dan tidak hanya itu, ekonomi kita akan meningkat karena memiliki tabungan emas yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan,” ungkapnya. (swn)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait