Pekerja Migran Asal Kota Cirebon Meningkat Setiap Tahun

ILUSTRASI

CIREBON-Angka Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Cirebon dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), jumlah PMI dalam kurun waku lima tahun bertambah di sektor formal maupun formal.

Terhitung mulai tahun 2014 sebanyak 167 orang, tahun 2015 sebanyak 168, tahun 2016 sebanyak 161 orang. Kemudian tahun 2017 sebanhak 192. Bahkan tahun 2018 mengalami kenaikan tajam sebanyak 234 orang dan di tahun 2019 sampai dengan data tanggal 11 Juni 2019 sudah ada sebanyak 124 orang.

Kepala Disnaker Kota Cirebon Agus Sukmanjaya S Sos mengatakan, negara-negara yang menjadi tujuan adalah Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong, Brunei Darusalam, Bahrain, Qatar, Oman hingga Uni Emirat Arab. “Paling dominan informal dibandingkan formal, informal itu unskilled, seperti asisten rumah tangga, kalau bekerja perkebunan itu sudah termasuk kategori skill,” ujarnya.

Bahkan kebijakan sekarang, untuk  pengasuh bayi, pengasuh orang tua, termasuk tenaga skill dan sudah dipetakan. Sedangkan tren peningkatan dari tahun ke tahun banyak factor, diantaranya karena lahan pekerjaan di dalam negeri tidak sebanding dengan pencari kerja, gaji atau upah di luar negeri lebih besar dibandingkan di dalam negeri, informasi yang diterima sekarang lebih terbuka, sekarang melalui sosmed sudah ada jadi menjadi daya tarik.

Untuk jasa pekerja migran Indonesia di Kota Cirebon saat ini ada tiga perusahaan. Tapi bagi PMI saat mereka hendak berangkat tidak harus melalui perusahaan lokal, bisa melalui perusahaan di Bekasi atau Kabupaten Cirebon. Mengacu sistem komputerisasi,  mereka punya job order dan terkoneksi ke kementerian. Tinggal proyeksi pemerintah daerah saat proses pengurusan administrasi, termasuk wawancara dengan perusahaan jasanya. (abd)

Berita Terkait