Pelajar Nekat Naik di Atas Kap Mobil, Warga Minta Ditindak Tegas

Pelajar terlihat santai duduk di atas kap mobil angkutan umum di Jalan Raya Jatibarang-Karangampel. FOTO:ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
Pelajar terlihat santai duduk di atas kap mobil angkutan umum di Jalan Raya Jatibarang-Karangampel.FOTO:ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Aksi nekat dan membahayakan dilakukan pelajar yang masih duduk dibangku SMP. Mereka naik angkutan umum di atas kap mobil. Hal itu terlihat di Jalan Raya Jatibarang-Karangampel, Senin (12/8).

Aksi berbahaya itu seakan dibiarkan begitu saja oleh sopir angkutan umum jurusan Jatibarang-Karangampel, walaupun di dalam masih terlihat kosong. Hal ini justru membuat masyarakat dan pengendara lainnya resah dan kesal.

Yudhi (47), warga Desa Tambi, Kecamatan  Sliyeg mengatakan, dirinya sering melihat aksi pelajar yang menantang maut, dengan menaiki angkutan umum dengan duduk di atas kap mobil. Diakuinya, aksi tergolong sangat berbahaya karena mempertaruhkan nyawa itu, sangat meresahkan masyarakat.

Sehingga, Yudhi meminta dinas perhubungan dan aparat kepolisian untuk menertibkan pelajar yang nekat menaiki kap mobil angkutan umum itu. “Harus ditertibkan karena sangat meresahkan. Sering sekali angkum yang bawa penumpang khususnya pelajar yang masih duduk di bangku SMP duduk santai di atas mobil,” katanya.

Apalagi, menurut Yudhi, kap mobil bukan tempat untuk tempat angkut orang, dan sudah sangat menyalahi aturan lalu lintas sebagai angkutan umum. Untuk itu, lanjut Yudhi, perlu kegiatan penertiban rutin dan melakukan imbauan kepada sopir angkutan umum (angkum) dan pelajar agar tidak lagi naik di atas kap mobil. “Kalau seperti ini terus, para sopir dan penumpang tidak memperdulikan keselamatan lagi, jangan sampai menunggu korban jiwa baru ditertibkan, gara-gara dibiarkan duduk di atas kap mobil,” ujarnya.

Warga lainnya, Bukhori (52) juga sangat menyesalkan tindakan pembiaran dari para sopir angkutan umum, yang seakan-akan mengizinkan aksi-aksi yang dilakukan pelajar menaiki kap mobil dan duduk di atasnya. “Harusnya sopir melarangnya. Saya sering melihat walaupun di dalam kendaraan masih kosong tapi pelajar malah naik di kap, seharusnya kan dilarang,” ujar Warga Kecamatan Kedokanbunder ini.

Tak hanya itu, Bukhori juga meminta agar para sopir angkutan lebih mengutamakan keselamatan penumpang, khususnya yang masih berstatus pelajar, dengan melarang tegas duduk di atas kap mobilnya. “Butuh kesadaran dari keduanya. Sopir harus tegas dan pelajar juga jangan nekat. Perlu sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah dan kepada sopir,” sarannya. (oni)