Lulus STM di Kuningan, Pelaku Bom Samarinda Merantau ke Jakarta

TAMPAK SEPI : Sekretaris Desa Bunigeulis Inar Sudinar berjalan di teras rumah orang tua Juhanda yang tampak sepi. Juhanda adalah tersangka pelaku bom gereja di Samarinda pada hari Minggu (13/10) pagi kemarin hingga menewaskan seorang balita dan melukai tiga anak lain. FOTO : TAUFIK/RADARCIREBON.COM

KUNINGAN – Pelaku bom Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dipastikan merupakan warga Kuningan. Adalah Joh alias Juhanda (32) adalah anak pertama pasangan Juharta (60) dan Juhanah (58) warga Dusun Manis, RT 9/2, Desa Bunigeulis, Kecamatan Hantara.

Hal tersebut dibenarkan Sekretaris Desa Bunigeulis Inar Sudinar yang mengenali persis wajah pelaku pengeboman gereja di Samarinda yang beredar di media adalah Juhanda merupakan warga di desa tersebut. Bahkan dia mengenal betul Juhanda yang ternyata merupakan teman bermain saat masih kecil dulu.

“Saat melihat berita ada kejadian pengeboman gereja di Samarinda, saya sudah curiga jangan-jangan pelakunya Juhanda. Saat lihat berita lagi tadi pagi yang memperlihatkan wajah pelakunya, saya semakin yakin pelakunya memang dia,” kata Inar kepada media saat ditemui di kantor Desa Bunigeulis, Senin (14/11).

Inar menuturkan, Juhanda lahir dan besar di Desa Bunigeulis bersama orang tuanya serta dua adiknya. Mengawali pendidikan di Sekolah Dasar (SD) di Bunigeulis, Juhanda yang memiliki nama panggilan Kendo kemudian melanjutkan pendidikan di SMP kemudian dilanjutkan ke salah satu SMK swasta di kuningan Kuningan.

“Setelah lulus STM sekitar tahun 2007, Juhanda merantau ke Jakarta. Setelah itu tidak tahu lagi kabarnya hingga akhirnya disebut-sebut terlibat bom buku di Tangerang dan menjalani hukuman penjara selama tiga tahun lebih,” kata Inar.
Selama menjalani masa tahanan, lanjut Inar, kedua orang tua Juhanda pun pernah menjenguknya. Bahkan ada rencana saat pembebasan akan dijemput untuk kembali pulang ke kampung halamannya di Bunigeulis.

“Namun belum sempat dijemput, ternyata pada akhir Juli 2014 ada kabar Juhanda bebas dan sudah berada di Samarinda. Setelah itu tidak ada kabar lagi,” kata Inar.

Kini kabar tentang Juhanda kembali datang dan lebih mengejutkan, ditangkap karena perbuatannya melakukan pengeboman terhadap sebuah gereja di Samarinda. Atas kejadian tersebut, kedua orang tua Juhanda pun langsung didatangi petugas kepolisian untuk dimintai keterangannya.

“Sejak tadi siang kedua orang tua Juhanda dipanggil ke Polsek Ciniru untuk dimintai keterangan bersama Kepala Desa. Sejumlah dokumen kependudukan terkait Juhanda pun sudah diminta petugas untuk diperiksa,” kata Inar.

Sementara itu pantauan radarcirebon.com di rumah orang tua Juhanda yang juga buka warung kecil-kecilan tampak sempi. Hanya ada salah satu adik Juhanda yang tiba saat menjelang petang langsung bergegas masuk rumah saat mengetahui ada awak media tengah menunggu. (taufik)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait