Pelaku Teror Masjid Al Noor di Christchurch Selandia Baru Tinggalkan Manifesto Anti-Imigran 74 Halaman

Diduga pelaku teror Penembakan Massal di Masjid Al Noor di Christchurch Selandia Baru (Foto. SBS)

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan pada konferensi pers Jumat (15/3/2019) siang, seorang tersangka ditahan tetapi “mungkin ada orang lain yang terlibat.”

Seorang pria yang tinggal di dekat Masjid Al Noor di Christchurch mengatakan banyak orang tewas di sana. Saksi saat penembakan kedua mengatakan kepada media Selandia Baru dia melihat dua orang yang terluka diangkut oleh tim penyelamat.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan setelah penembakan fatal di dua masjid di Christchurch itu adalah “salah satu hari paling gelap di Selandia Baru.”

Polisi Selandia Baru mengatakan mereka telah menahan tiga pria dan seorang wanita atas penembakan di dua masjid di Christchurch pada Jumat (15/3/2019) waktu setempat.

Dilansir Associated Press News (AP News), Perdana Menteri Jacinda Ardern menyebut peristiwa pada Jumat sore itu sebagai “salah satu hari paling gelap di Selandia Baru.”

Penembakan itu menyebabkan banyak korban jiwa, tetapi pihak berwenang belum mengatakan berapa banyak.

Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush mengatakan polisi telah menjinakkan sejumlah alat peledak yang ditemukan pada kendaraan setelah penembakan di masjid.

Seorang pria yang mengaku bertanggung jawab atas penembakan itu meninggalkan manifesto anti-imigran setebal 74 halaman di mana dia menjelaskan siapa dia dan alasannya atas tindakannya. Dia menyebut penembakan itu sebagai serangan teroris.

Polisi Selandia Baru memperingatkan warga untuk menjauhi semua masjid usai terjadi penembakan massal yang menyebabkan banyak korban jiwa di dua masjid di Christchurch.

Mike Bush mengatakan siapa pun yang berpikir untuk pergi ke masjid harus mengurungkan keinginannya dan tetap tinggal di rumah serta menutup pintu.

Seorang pria yang tinggal di dekat Masjid Al Noor di Christchurch mengatakan banyak orang tewas akibat penembakan tersebut. Saksi saat penembakan kedua mengatakan kepada media Selandia Baru dia melihat dua orang yang terluka diangkut oleh tim penyelamat.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan setelah penembakan fatal di dua masjid di Christchurch itu adalah “salah satu hari paling gelap di Selandia Baru.”

Ardern mengatakan pada konferensi pers Jumat siang waktu setempat, “apa yang terjadi di sini adalah tindakan kekerasan yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya.”

Dia mengatakan orang-orang yang menjadi korban mungkin adalah migran atau pengungsi.

“Mereka telah memilih untuk menjadikan Selandia Baru sebagai rumah mereka dan itu adalah rumah mereka. Mereka adalah kita. Orang yang telah melakukan kekerasan terhadap kita ini bukan,” ujar Ardern. (*)