Pelihara Ikan Louhan, Tomy Raup Puluhan Juta Rupiah

BUDI-DAYA-LOUHAN
RAUP KEUNTUNGAN: Tomy Subandi sedang mengecek kondisi ikan Louhan peliharannya yang berada di akuarium. FOTO: AGUS PANTHER/ RADAR KUNINGAN

KUNINGAN – Siapa yang tak kenal ikan Louhan, mungkin sebagian besar pecinta ikan di Indonesia sudah tak asing dengan jenis ikan yang satu ini. Ikan hias ini cukup unik dengan ciri khas tonjolan di kepala dan juga beragam warna yang mencolok.

Memelihara ikan Louhan juga mendatangan rejeki yang cukup lumayan. Seperti diungkapkan oleh Tomy Subadi, warga Desa Cikaso, Kecamatan Karamatmulya.

Tomy mengaku sudah lama hobi memelihara ikan Louhan. Bahkan dari hobinya tersebut, pria yang berprofesi sebagai pemborong ini juga sukses menghasilkan puluhan juta rupiah setiap bulannya dari budi daya ikan Louhan di rumahnya.

Tomy menceritakan, awalnya dia hanya memiliki beberapa ekor ikan Louhan saja. Lambat laun dia kemudian berusaha untuk lebih serius menekuni hobinya tersebut. Kini di tempatnya sudah ratusan ikan Louhan terpajang di akuarium dengan berbagai jenis serta ukuran. Mulai jenis Cencu, Kimhuwa, Gold Base dan Red Monkey.

“Saya sudah mulai hobi ikan louhan hampir 18 tahun. Awalnya cuma memelihara beberapa ekor saja, namun lama kelamaan saya mencoba membudidayakannya. Alhamdulilah hasilnya mulai terlihat sekarang ini, di mana saya bisa mengantongi uang puluhan juta rupiah setiap bulannya,” ujarnya, Sabtu (23/3).

Meski peminat ikan Louhan di Kabupaten Kuningan belum begitu banyak, kata dia, namun permintaan ikan Louhan dari luar Kuningan cukup tinggi. Tidak hanya dari Pulau Jawa saja, peminat ikan jenong juga datang dari berbagai daerah di luar Jawa.

Hal itu dibuktikan dengan tidak sedikit pembeli dari luar Jawa yang memesan langsung. “Ya untuk peminat lokal sih mungkin sedikit ya, tapi alhamdulilah dari luar Kuningan sudah banyak yang berkunjung ke sini. Umumnya mereka mencari ikan Louhan incarannya,” sebut Tomy.

Kendati banyak yang memesan langsung, Tomy mengaku sedikit kesulitan dalam proses pengirimannya. Pasalnya, pembeli rata-rata berasal dari luar pulau sehingga membutuhkan teknik tersendiri dalam pengepakan.

“Untuk di Kuningan, sampai saat ini belum ada jasa paket ikan Louhan yang siap mengantarkan sampai keluar daerah. Sebab risikonya yang mungkin terlalu tinggi,” imbuh dia.

Menurut dia, untuk budidaya ikan Louhan sendiri sebenarnya sangat mudah. Dirinya sama sekali tidak mengalami kendala saat pemeliharannya. Dalam memelihara ikan jenis ini, selain harus tahu caranya untuk membudidayakan, bagi yang ingin membudidayakan ikan ini juga harus paham keinginan ikan Louhan itu. Seperti tempat, suhu air bahkan cara memberi pakan.

“Untuk ikan Louhan yang dipasarkan tergantung pesanan konsumen. Ikan yang sudah siap dijual berumur antara 1,5 bulan dengan ukuran kurang lebih 2 sampai 3 cm, dan untuk suhu air akurium yang bagus itu 28 celcius,” pungkasnya. (ags)