Pemadaman Listrik Dadakan, Banyak Barang Elektronik Milik Warga Rusak

listrik-padam-mendadak-tv-rusak
MENDADAK RUSAK: Seorang warga Rancaputat memperlihatkan televisi miliknya yang rusak setelah pemadaman listrik secara mendadak akibat pemasangan gardu baru, kemarin. FOTO: ONO CAHYONO/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Masyarakat Desa Rancaputat, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, dibuat heboh terkait banyaknya barang elektronik milik warga yang mendadak rusak setelah dilakukan pemadaman listrik, Kamis (11/7). Informasi yang dihimpun Radar Majalengka, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

Warga dibuat terkejut lantaran televisi milik mereka rusak setelah pemadaman secara dadakan akibat pemasangan gardu baru di wilayah tersebut. Warga pun banyak yang mengeluhkan kondisi itu.

“Saya pas pulang kerja tiba tiba ramai di rumah dan tetangga pada keluar karena banyaknya TV yang meletup setelah pemadaman listrik dadakan. Pas nyala kembali coba dinyalakan ternyata benar kondisinya rusak, termasuk TV bapak saya,” kata Kirman (31).

Kepala Desa Rancaputat, Dedi Kusnadi membenarkan banyaknya warga di wilayahnya mengeluhkan pemadaman listrik secara mendadak yang mengakibatkan kerusakan pada barang elektronik. Diduga akibat adanya kesalahan pemasangan jaringan kabel yang dilakukan pekerja mengakibatkan kerusakan dengan jumlah yang cukup banyak.

“Kita masih melakukan pendataan bersama perangkat desa, RT dan RW terkait jumlah barang elektronik warga yang rusak. Mungkin lebih dari 20, karena hampir semua terjadi di tiap blok,” ujarnya.

Kusnadi mengatakan, pemasangan jaringan baru tersebut telah dilakukan sejak sepekan terakhir, seiring pemberitahuan dari pihak PLN. Mulai dari pemasangan tiang, instalasi kabel hingga pemasangan gardu baru. Sebelumnya sebagian besar instalasi listrik di Rancaputat masih menyambung dari gardu di wilayah desa tetangga (Banjaran).

Akibat overload, membuat pihak berwenang kembali melakukan pemasangan baru di wilayahnya. Beruntung dari peristiwa tersebut, tidak menimbulkan korban jiwa atau kebakaran rumah. Hanya puluhan televisi dan barang elektronik lainnya rusak.

“Kami juga tidak tahu, mungkin karena kesalahan teknis pekerjaan. Kerugian masyarakat cukup besar. Meski pengerjaan dilakukan oleh pihak ketiga, tetapi kami tetap meminta tanggung jawab dari PLN. Alhamdulillah ada respons baik. Itu dibuktikan dengan pendataan kerusakan bersama perangkat desa,” tukasnya.

Dihubungi terpisah, manager PLN Rayon Jatiwangi, Lili membenarkan adanya trouble pengerjaan secara teknis proyek pengerjaan pemasangan gardu baru di wilayah tersebut. Pihaknya bersama pemborong atau pelaksana kegiatan masih terus melakukan pendataan ke tiap-tiap rumah warga yang terkena dampak.

Pihaknya juga siap bertanggung jawab 100 persen kepada pelanggan akibat kesalahan kerja ini. “Sekarang pemborong bersama petugas kami masih di lokasi melakukan pendataan berapa jumlah kerusakan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemborong agar segera diselesaikan pendataan pelanggan yang terkena dampak,” pungkasnya. (ono)