Pembangunan Gedung Kesenian Rakyat Gegesik Dilanjutkan

Para pekerja sibuk melakukan tugasnya melanjutkan pembangunan gedung kesenian rakyat (GKR) di Kecamatan Gegesik. FOTO:ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
Para pekerja sibuk melakukan tugasnya melanjutkan pembangunan gedung kesenian rakyat (GKR) di Kecamatan Gegesik.FOTO:ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

CIREBON–Gedung Kesenian Rakyat (GKR) di Desa Gegesik Lor, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, tengah dilanjutkan kembali pembangunannya. Masyarakat berharap, pembangunan segera rampung dan kesenian dapat lebih dikembangkan lagi.

Pantauan Radar Cirebon, pembangunan tahap dua memasuki proses pemasangan dinding dengan menggunakan batu bata merah. Sejumlah pekerja sibuk dengan tugasnya masing-masing. Salah seorang tokoh masyarakat asal Desa Panunggul, Kecamatan Gegesik, Rastima (44), menginginkan percepatan pembangunan gedung tersebut.

Menurutnya, jika gedung tersebut telah tuntas diselesaikan, kesenian di wilayahnya akan semakin tertampung. “Wadah kesenian jadi semakin jelas. Kalau pengennya sih tentu segera selesai. Soalnya penasaran juga akan seperti apa nantinya,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Gegesik Lor H Suradi mengaku belum mengetahui secara pasti sampai kapan pembangunan tahap dua akan selesai dikerjakan. Dia hanya mengatakan, pembangunan dilakukan sejak pertengahan Mei lalu.

Suradi menaruh harapan, selesainya pembangunan GKR dapat lebih meningkatkan identitas seni di wilayah Kecamatan Gegesik. Sehingga, Gegesik dapat lebih dikenal tidak hanya di Kabupaten Cirebon, namun hingga nasional bahkan internasional.

“Secara teknis tidak mengetahui pasti kapan tahap dua pembangunan gedung akan diselesaikan. Semoga, setelah selesai nanti, kesenian yang ada di Kecamatan Gegesik dapat lebih katon atau tampil hingga nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

Seperti diketahui, beberapa tahun lalu, Pemkab Cirebon menetapkan Kecamatan Gegesik sebagai kawasan seni. Alasan penetapan ini karena di sana cocok sebagai tempat untuk melestarikan kesenian yang sudah dikenal sejak lama. Di desa setempat juga terdapat banyak kesenian rakyat yang sudah dikenal. Seperti sintren, rudat, berokan dan wayang. Bahkan, sampai saat ini masih terus lestari. (ade)