Pemda Majalengka Siapkan Dana Relokasi Korban Pergerakan Tanah

pergerakan-tanah3
AMBLES: Badan jalan di Blok Cikupa Desa Cigaleuh Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka ambles karena terdampak pergerakan tanah. Foto: Budhi Haryanto/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Bupati Majalengka Karna Sobahi menjelaskan para korban pergerakan tanah harus direlokasi. Hal itu diungkapkan saat meninjau lokasi pergerakan tanah di Blok Gunungsereh, Desa Sinargalih, Kecamatan Lemahsugih.

“Pemerintah daerah akan mengalokasikan dana untuk merelokasi korban yang rumahnya benar benar hancur,” terangnya, kemarin.

Menurutnya, pemerintah sudah menerima hasil resmi PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana) Badan Geologi Provinsi Jawa Barat. Dari hasil survei itu, diketahui jika tanah di Desa Mekarmulya tidak bisa dijadikan pemukiman kembali karena tanahnya yang terus bergeser.

Dari pengakuan korban bencana, mereka berharap relokasi difasilitasi Pemda Majalengka. “Mereka menginginkan pindah namun berharap masih di desa yang sama,” ungkap Bupati.

Dikatakan Karna, pemerintah desa juga sudah berkoordinasi terkait relokasi. Saat ini proses pencarian lahan untuk relokasi masih dilakukan. Jika sudah didapati lokasi tanah relokasi, maka pemerintah, lanjut Karna akan melakukan pengkajian mengenai aturan dan teknis pemberian bantuan.

“Jika ada tanah desa nanti seperti apa aturannya, kalau tidak ada nanti tanah masyarakat kita beli demi menyelamatkan masyarakat,” tandasnya.

Saat melakukan peninjauan, Karna mendapati bencana pergerakan tanah cukup parah sehingga warga harus direlokasi. Ia mengaku tidak menyangka jika musibah pergerakan tanah di Kecamatan Lemahsugih melebar ke sejumlah desa.

Awalnya pegerakan tanah terjadi di Blok Lamelaut, Desa Mekarmulya. Namun pergerakan tanah akhirnya menimpa Desa Sinargalih. Tidak tanggung-tanggung, pergerakan tanah menyebabkan ruas badan Jalan Blok Cikupa Desa Cigaleuh retak-retak bahkan terbelah di beberapa bagian.

“Saya menyaksikan sendiri di Desa Sinargalih sampai ada rumah penduduk yang ambruk terseret pergerakan tanah,” jelasnya. Karna pun mengimbau kepada masyarakat untu tetap waspada dan berhati-hati jika terjadi hujan deras.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Agus Permana sudah memetakan beberapa desa yang akan diajukan relokasi dengan mempertimbangkan hasil penelitian PVMBG. “Kita sudah data berapa yang harus dipindahkan, dan akan segera diajukan supaya segera dapat diupayakan di APBD tahun sekarang,” ujarnya.

Puluhan korban yang mengungsi baik di rumah tetangga maupun saudara pun diakuinya sudah tidak betah. Namun tidak mungkin kembali ke rumahnya karena membahayakan dan sebagian sudah hancur dan dibongkar.

“Mau nggak mau harus ngungsi dulu, karena mencari lokasi baru juga tidak gampang,” tutur Agus. (ono/har)