Pemdaprov Jabar Ubah Potensi Mandek untuk Kemakmuran

BANGUN INFRASTRUKTUR: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat Linda Al-Amin, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sukabumi meresmikan pembangunan Bendungan Leuwisapi di Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/8).FOTO: MOHAMAD JUNAEDI/Radar Cirebon

SUKABUMI – Sebagai daerah yang mempunyai kandungan air terbanyak se-Indonesia, Jawa Barat harus bisa memanfaatkan potensi ini untuk kemakmuran rakyatnya.

“Bisa untuk irigasi, air minum dan pariwisata. Makanya, saya minta kepada kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat (Linda Al-Amin) untuk mendata sungai, embung, dan waduk yang punya potensi tersebut, khususnya pariwisata.

Asal tempatnya bisa ditata dan enak, pasti jadi,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat meresmikan Daerah Irigasi Leuwisapi di kawasan Situ Tarisi, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (31/8) lalu.

Menurutnya, pembangunan bendungan Daerah Irigasi Leuwisapi, merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jabar) atas pengembangan potensi sumber daya air agar bisa memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat, khususnya yang ada di desa.

“Berdasarkan analisis data, produksi pertanian di Desa Warungkiara dapat meningkat tajam. Dari 675 ton per tahun, kini diperkirakan bisa mencapai 3.750 ton per tahun,” tuturnya.

Kemudian, pembangunan Leuwisapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, apabila lingkungan sekitar akan ditata menjadi kawasan wisata.

“Nanti, Pak Bupati, Pak Kades, kita tata tempat ini, buat warung-warung dan lokasi pemancingan agar ada pendapatan untuk masyarakat. Inilah yang dimaksudkan, inovasi dan kolaborasi membawa perubahan dan kemajuan,” imbuhnya.

Linda Al-Amin menambahkan, tujuan dibangunnya bendungan Leuwisapi adalah untuk memenuhi kebutuhan air baku untuk masyarakat. “Kebutuhan air baku untuk 4.900 jiwa bisa terpenuhi lewat bendungan ini,” tambahnya.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mendukung dan menyambut baik pembangunan Bendungan Leuwisapi, termasuk rencana penataannya menjadi salah satu objek wisata lokal yang menyambung sampai dengan ke kawasan Situ Tarisi ini. “Dorongan Pak Gubernur akan coba kami implementasikan,” ungkapnya.

Kepala Desa Warungkiara, Panpan Apandi merasa bersyukur sekali atas dibangunnya Bendungan Leuwisapi. Pasalnya, sebelum ada bendungan, hanya 75 hektare sawah yang bisa tersentuh irigasi. Kemudian, setelah bendungan ini dibangun dengan sistem irigasi teknisnya, jumlah sawah yang tersentuh irigasi menjadi 200 hektare.

Alhamdulillah, kini masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan, karena para petani bisa meningkatkan intensitas masa tanam dan diharapkan meningkat pula pendapatannya,” pungkasnya. (jun)

 

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait