oleh

Pemilik Sabu Rp1 M Digerebek Polres Kuningan

KUNINGAN-Tim penyidik Polres Kuningan menangkap bandar narkoba kelas kakap berinisial ES alias Cubluk warga Desa Kasturi, Kecamatan/Kabupaten Kuningan, menyusul tertangkapnya pemilik sabu seberat 200 gram berinisial DK yang lebih dulu ditangkap.

Kapolres Kuningan AKBP Iman Setiawan dalam gelar perkara di Mapolres mengungkapkan, penangkapan tersangka Cubluk merupakan hasil pengembangan kasus sabu seberat 200 gram di rumah DK alias Arab di Desa Kasturi, Jumat (16/8) lalu. Tersangka Cubluk yang mengetahui temannya ditangkap polisi, langsung melarikan diri namun akhirnya berhasil ditangkap petugas di daerah Cikalong, Tasikmalaya.

“Terungkapnya kasus peredaran narkoba yang terbilang besar ini berawal dari informasi masyarakat. Kemudian kita kembangkan, hingga akhirnya kami lakukan penggerebekan rumah pelaku pertama berinisial EK di Kasturi dan menemukan barang bukti sabu seberat 200 gram. Rupanya satu pelaku lain mengetahui temannya ditangkap, langsung kabur ke daerah Tasikmalaya, dan berhasil kita kejar dan dilakukan penangkapan di daerah Cikalong,” ungkapnya didampingi Wakapolres Kompol Hilman Muslim dan Kasat Narkoba AKP Dedih Dipraja.

Dari keterangan para pelaku, lanjut Iman, barang haram tersebut mereka dapat dari hasil transaksi dengan seorang bandar besar di Jakarta. Sabu seberat 200 gram mereka ambil di tempat yang sudah disepakati di sekitar ITC Cempaka Mas Jakarta Pusat yang ditempel di tong sampah.

“Kami masih menelusuri bandar besar pemasok barang haram tersebut kepada pelaku. Pelaku mengaku tidak mengetahui pemasoknya karena transaksi dilakukan lewat telepon dan pengiriman barang pun dilakukan berdasarkan petunjuk dari sana, yang dalam kasus ini sabu ditempel di tong sampah sekitar ITC Cempaka Mas Ja/karta Pusat,” ujar Iman.

Iman melanjutkan, sabu-sabu seberat 200 gram tersebut kemudian oleh pelaku dipecah dalam bentuk paket kecil. Rencananya, sabu-sabu yang sudah dikemas dalam paket-paket kecil tersebut untuk dijual lagi ke pengedar-pengedar kecil dan juga pemakai langsung.

“Dengan jumlah barang sebanyak itu ada kemungkinan tidak hanya diedarkan di wilayah Kuningan, namun juga menjangkau daerah tetangga seperti Cirebon atau bahkan Brebes. Terkait siapa pasar mereka dan harga jual sabu tersebut masih kita dalami, karena dari paket tersebut biasanya akan dipecah lagi oleh pengedar kecil dan dijual dengan harga bervariasi. Namun jika ditotal nilainya bisa mencapai Rp1 miliar (m),” ujarnya.

Terkait keberadaan pelaku, Iman mengatakan, keduanya merupakan residivis untuk kasus serupa. Bahkan untuk tersangka ES alias Cubluk, ternyata merupakan pemain lama dan baru keluar dari tahanan sekitar satu bulan yang lalu.

Atas perbuatan tersebut, keduanya dijerat pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman penjara minimal 6 tahun dan maksimal seumur hidup. Iman menegaskan, pihaknya tidak main-main dalam memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Kuningan, dan akan terus mengejar para pengedarnya tanpa ampun. (fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed