Pemkab Cirebon Desak Pemerintah Pusat Buka Prodi Bahasa Cirebon

Kabupaten Cirebon
bahasaILUSTRASI

CIREBON–Pemerintah Kabupaten Cirebon mendesak pemerintah pusat untuk memperbanyak program studi (prodi) kesenian, khususnya muatan lokal Cirebon dan muatan lokal Sunda. Pasalnya, hingga saat ini, masih jarang tenaga pendidik di Kabupaten Cirebon yang memiliki kompetensi dalam bidang tersebut.

“Saat ini, di sejumlah sekolah sudah ada yang diajarkan mulok Cirebon. Karena Cirebon bagian dari Jawa Barat, ada pula mulok Sunda,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon Drs H Hartono MM.

Tujuannya, agar kebudayaan dan kesenian dapat dikembangkan dan diajarkan kepada peserta didik. Pihaknya berharap pemerintah segera mengangkat para pegawai yang ahli dalam bidang kebudayaan dan kesenian. “Harusnya ada tenaga profesional yang ahli dalam bidang kebudayaan,” kata dia kepada RadarCirebon.

Implementasi Bahasa Cirebon sendiri, lanjutnya, masih kurang dikenal oleh peserta didik di sejumlah sekolah. “Kami harapkan para guru dapat memberikan edukasi mengenai kebudayaan, baik sejarahnya maupun media penyampaian kebudayaannya,” ucap Hartono.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Drs H Asdullah Anwar SA MM menyampaikan, keberadaan Guru Bahasa Cirebon memang dibutuhkan. Idealnya, ada 450 orang. Itupun fifty-fifty dengan SD dan SMP.

“Memang wajar pendaftaran CPNS untuk Guru Bahasa Cirebon minim. Sebab, tidak ada perguruan tinggi yang pendidikan bahasa Cirebon. Kalaupun ada, itu hanya di UPI. Itupun ada jurusannya Bahasa Sunda dan lulusannya pun sangat sedikit. Makanya, saya harapkan pemerintah pusat bisa membuka jurusan atau prodi Bahasa Cirebon di Cirebon,” tukasnya. (via)