Pemkab Cirebon Pancing Minat Baca, Tahun 2020 Terapkan Program E-books

SAMSUL HUDA, Sumber

sam - suhartono (1)
INOVASI: Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cirebon, Suhartono SSos mencoba berinovasi untuk menerapkan program e-books. FOTO: SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON

Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berinovasi. Inovasi itu, dengan menerapkan program e-books. Rencananya, tahun 2020 melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cirebon, semuanya bisa diakses, secara bertahap.

KEPALA Dinas Kearsipan dan Perpusatkaan Kabupaten Cirebon, Suhartono SSos mengatakan, program e-books ini sudah mulai dirancang di tahun sekarang. Implementasinya, kemungkinan di tahun 2020. Sebab, sistem e-book membutuhkan biaya.

E-books bisa diakses siapa saja. Dengan demikian, minat baca masyarakat Kabupaten Cirebon pun bisa meningkat. Tapi, pemerintah daerah tetap harus membeli dulu sistemnya. Rencananya tahun 2020 pelaksanaannya,” ujar Suhartono saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (5/9).

Mantan Kabag Pemerintahan itu mengaku, dengan e-books tersebut nantinya masyarakat bisa mengakses buku secara online dan gratis melalui aplikasi e-books yang akan disediakan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

“Kita sudah siapkan di RPJMD lima tahun ke depan tapi bertahap. Yang muaranya untuk meningkatkan minat baca tadi, nanti akan pakai android dapat diunduh aplikasinya dan dapat diakses hanya melalui handphone,” terangnya.

Saat ini, sambung Suhartono, pihaknya pun tengah menyiapkan berbagai pembenahan, terkait sarana dan prasarana untuk mendukung tujuan peningkatan minat baca tersebut. Bahkan, program dan kerja sama yang sudah dilakukan Dinas Kearsipan dan Perpusatkaan dalam meningkatkan minat budaya baca.

Di antaranya kerja sama dengan komunitas literasi, perpustakaan keliling (Pusling), serta membuka layanan pada Sabtu Minggu. “Sejauh ini minat baca masyarakat di Kabupaten Cirebon terus mengalami peningkatan. Meski secara detail prosentasi kenaikan setiap tahunnya belum bisa disebutkan,” katanya.

Dia menjelaskan, jika berdasarkan indeks pembaca atau minat budaya membaca masyarakat secara keseluruhan di dunia, Indonesia berada di urutan ke 17. Posisi tersebut, kata dia, lebih baik dari urutan sebelumnya. “Sedangkan untuk indeks jumlah perpustakaannya, Indonesia berada di urutan kedua sedunia,” pungkasnya. (*)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait