Pemkab Majalengka Bareng Kemen PUPR Kolaborasi Wujudkan Kota Layak Huni

loka-karya-kotaku
KEMITRAAN: Tim Kotaku Kabupaten Majalengka menggelar lokakarya di salah satu hotel di Majalengka Selasa (30/7). FOTO: IIM ABDURAHIM/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki upaya strategis untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia. Program tersebut dijalankan di 34 provinsi yang tersebar di 269 kota/kabupaten, salah satunya Kabupaten Majalengka.

Upaya tersebut diimplementasikan dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Di Majalengka dilaksanakan di Pancurendang Landeuh, Kelurahan Babakanjawa, Kecamatan Majalengka. Untuk evaluasi dan proyeksi program tersebut, tim pelaksana Kotaku Majalengka menggelar lokakarya di salah satu hotel di Majalengka, Selasa (30/7).

Kabid Permukiman dan Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas PPSDA Kabupaten Majalengka selaku panitia lokakarya, Tatang Gustawan ST MPSDA melaporkan program Kotaku selaras dengan target pembangunan nasional bahwa 2025 terwujud kota layak huni. Program tersebut masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Lokakarya yang mengambil tema Wujudkan Kolaborasi dalam Percepatan Penanganan Kumuh tersebut bertujuan untuk menguatkan kolaborasi antarsektor dalam upaya mewujudkan kota layak huni. Lokakarya diikuti perwakilan OPD, DPRD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan akademisi.

“Untuk mewujudkan kota layak huni, pemerintah memiliki strategi 100-0-100. Strategi tersebut dijabarkan melalui 100 persen ketersediaan air bersih, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen fasilitas sanitasi serta drainase,” terang Tatang.

Sementara Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Nasrudin mengawali sambutannya mengutip hadis “Annadhafatu Minal Iman” yang berarti kebersihan sebagian dari Iman. Dia menegaskan, mewujudkan kota bersih atau kota tanpa kumuh, mendekatkan masyarakatnya kepada keimanan sesuai salah satu visi Majalengka Raharja yakni religius.

Program Kotaku menurutnya bisa membantu meningkatkan pembangunan di desa dan kelurahan, salah satunya diwujudkan oleh LKM Baja Mandiri Kelurahan Babakanjawa yang bisa menjadi fasilitator dan kunci keberhasilan program Kotaku.

“Semoga lokakarya ini bisa menjadi motivasi untuk mewujudkan Majalengka tanpa kumuh. Apalagi Majalengka memiliki peluang ternama di kancah internasional, dengan syarat kota dan seluruh wilayahnya tertata dengan baik,” ujar Nasrudin.

Pemerintah Kabupaten Majalengka sendiri menurut Nasrudin, saat ini sedang menggagas rancangan mewujudkan kota yang disukai untuk ditinggali dan untuk investasi. Bahkan pemkab sudah pernah berdiskusi dengan ahli tata kota lulusan Jerman untuk mewujudkan hal tersebut.

Salah satu usulan ahli tersebut yakni mengubah bunderan ikan Munjul menjadi bunderan bola dunia, yang memiliki arti sudah saatnya Majalengka mendunia. Pihaknya juga berharap penataan wilayah melalui program Kotaku atau program lainnya bisa beralih ke wilayah-wilayah yang menjadi etalase Kabupaten Majalengka.

“Pemkab menyambut baik apa yang sudah dilakukan Kotaku, dan semoga lokakarya ini bisa menghasilkan masukan-masukan yang bisa mempercepat penuntasan kawasan kumuh dan mendukung Majalengka mendunia,” pungkas Nasrudin. (iim)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait