Pemprov Jabar Kukuhkan 2.512 CEO BUMDes, Wujudkan Jabar Juara Lahir Batin

Ilustrasi-BUMDes

BANDUNG – Masih tingginya angka kemiskinan di desa sebesar 10,3 persen, membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam visi-misinya, ingin mewujudkan Desa Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, salah satu upaya untuk mewujudkan visi dan misi tersebut dengan program One Village One Company (OVOC) yang notabene salah satu pilar strategi untuk mengatasi ketertinggalan pembangunan di desa.

“Program ini ingin menggeser dari pola pembinaan menjadi pola pendampingan. Makanya, saat ini kita kukuhkan CEO BUMDes agar mereka fokus mengelola BUMBes menjadi BUMDes juara,” tuturnya saat memberikan laporan dalam Rapat Koordinasi dan Pengukuhan CEO BUMDes se-Jawa Barat yang berlangsung di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (15/5).

CEO BUMDes yang dikukuhkan dalam acara tersebut sebanyak 2.512 orang. Terdiri dari 171 orang dari Bogor, 185 orang dari Sukabumi, 172 orang dari Cianjur, 142 orang dari Kabupaten Bandung, 216 orang dari Garut, 177 orang dari Tasikmalaya, 133 orang dari Ciamis, 148 orang dari Kuningan, 206 orang dari Cirebon, 143 orang dari Majalengka, 119 orang dari Sumedang, 143 orang dari Indramayu, 131 orang dari Subang, 78 orang dari Purwakarta, 120 orang dari Karawang, 91 orang dari Bekasi, 80 orang dari Bandung Barat, 40 orang dari Pangandaran dan 14 orang dari Kota Banjar.

“Mereka akan bertugas untuk meningkatkan pertumbuhan usaha BUMDes yang saat ini masih 75 persen akses pemasaran produknya hanya tingkat lokal. Dan cuma 1 persen saja yang levelnya internasional,” bebernya.

Kemudian, bagi desa yang belum mempunyai BUMDes, akan diterjunkan sejumlah orang dalam bentuk program Patriot Desa. “Patriot Desa bertugas membentuk BUMDes. Sedangkan CEO adalah mengelola BUMDes,” imbuhnya.

Tidak hanya pengukuhan CEO BUMDes. Dalam kesempatan ini juga diluncurkan Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara). Mobil ini sengaja dirancang untuk multifungsi, seperti penayangan layar tancap, polingdes dan sarana hiburan warga.

“Tahun ini akan kita sebar ke 120 desa dulu di seluruh Jawa Barat. Insya Allah tahun depan akan bertambah,” kata Dedi.

Sementara, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhalul Ulum yang datang mewakili Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, filosofi pembangunan desa yang tengah difokuskan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat terinspirasi oleh hijrahnya Nabi Muhammad SAW saat ke Madinah.

“Bangunan yang pertama di bangun oleh Nabi Muhammad saat baru datang di Madinah adalah Masjid Quba yang letaknya di tengah-tengah perkampungan.

Artinya, Rasulullah SAW membangun peradaban Islam diawali dari desa. Apalagi Jawa Barat yang penduduknya maroritas muslim, tidak salah apabila mencontoh Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.

Kemudian, dia mengatakan, apabila membangun desa berarti sama saja membangun kabupaten/kota, berarti membangun Provinsi Jawa Barat.

Membangun Provinsi Jawa Barat sama saja membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Artinya, membangun desa sama saja membangun NKRI,” katanya.

Dengan sejumlah permasalahan yang ada di desa, lanjut Uu, melalui visi mis Jabar Juara Lahir Batin, pihaknya siap berkolaborasi dengan bupati/walikota dan kepala desa untuk menekan angka-angka permasalahan yang ada di desa.

Insya Allah, dengan kita bekerjasama, masalah yang ada di desa, seperti kemiskinan, pengangguran dan lainnya bisa ditanggulangi,” tegasnya.

Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal RI, Ir harlina sulistiorini menawarkan kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan BUMDes.

Caranya, satu BUMDes dengan yang lainnya melakukan kerja bersama. “Dengan kolaborasi antar-BUMDes, secara ekonomi akan lebih besar dan kerjasama dengan pihak luar pun akan lebih besar pula,” pungkasnya. (jun)