Pemuda, Komunitas Hingga Rektor di Ciamis Tolak People Power

CIAMIS–Pemuda dari puluhan komunitas di Kabupaten Ciamis dan Pangandaran melakukan deklarasi untuk Ciamis yang tetap damai dan kondusif, belum lama ini. Mereka terdiri dari pemusik jalanan, pecinta tato, suporter dari komunitas Balad Galuh, komunitas motor seperti Moonraker, GBR, XTC, dan Brigez.

Giak selaku inisiator kegiatan menerangkan, kegiatan ini sengaja digelar dengan tujuan untuk menjaga tali persaudaraan antar komunitas di Kabupaten Ciamis. Para pemuda dan komunitas ini mengaku siap dalam membantu pemerintah atau aparat keamanan, khususnya dari Polres Ciamis Polda Jawa Barat hingga TNI dalam menjaga kondusifitas wilayah.

“Pada dasarnya Ciamis hingga saat ini dalam kondisi yang kondusif tanpa ada perpecahan. Pada acara hari ini kami nyatakan bahwa kami pun bisa menjaga kondusifitas, terutama kenyamanan, keamanan Kabupaten Ciamis tercinta ini,” terangnya.

Terkait isu gerakan people power atau kedaulatan rakyat, dengan tegas mereka tolak. Para komunitas di Ciamis tersebut memilih menjaga kampung halamannya, daripada ikut-ikutan rencana aksi di Jakarta.

Sementara itu, Rektor Univeritas Galuh (Unigal) DR H Yat Rospia Brata meminta masyarakat dewasa dalam menyikapi isu-isu yang berkembang. Khususnya terkait isu dan situasi politik yang terus menggelinding bebas belakangan ini, seperti soal People Power atau gerakan kedaulatan

“Kita harus lebih dewasa menyikapinya. Tetap jaga kondusifitas agar Indonesia, khususnya Kabupaten Ciamis tetap dingin dan damai. Saya tidak berpihak ke kubu 01 atau 02, yang terpenting saat ini kita harus menjadi pendingin bagi masyarakat. Ini untuk menjaga kondusifitas di wilayah masing-masing, demi persatuan dan kesatuan NKRI,” katanya. (rdh)

Berita Terkait