Pemulung Temukan 5 Benda Diduga Bom di Sukalila Cirebon

MAPOLRES-CIKO
STERILISASI LOKASI: Petugas piket menutup pintu gerbang Mapolres Cirebon Kota untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk saat proses pengamanan lima benda yang diduga granat atau bom oleh petugas Jihandak Sat Brimob Polda Jabar, tadi malam. FOTO: OKRI RIYANA /RADAR CIREBON

CIREBON – Sebanyak lima benda diduga bom ditemukan pemulung di tempat pembuangan sampah (TPS) Sukalila Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Sabtu (15/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Benda mencurigakan tersebut mirip granat tangan.

Pemulung yang diketahui bernama Yanto dan Andri melaporkan temuannya di Mapolres sekitar pukul 19.00 WIB. Keduanya masing-masing tercatat sebagai warga Jalan Kapten Samadikun, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan dan warga Cangkring Kelurahan/Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.

Baca: Breaking News!! Barang Mencurigakan Diduga Bom Ditemukan Pemulung di Sukalila Cirebon

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy mengungkapkan, dua pemulung tersebut melapor ke kepolisian setelah curiga atas barang yang ditemukan di tempat pembuangan sampah (TPS) Sukalila. Total ada lima benda mencurigakan yang ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB tersebut.

“Jadi itu kan ditemukan di tempat sampah kemudian karena takut dibawalah ke kantor polisi,” kata Roland kepada Radar Cirebon.

Roland menjelaskan, Yanto selaku orang yang menemukan lima benda itu sempat membawanya ke rumah. Saat ditunjukkan kepada Andri yang juga sesama pemulung disarankan untuk dibawa dan dilaporkan ke pihak kepolisian. “Akhirnya mereka ke sini (mapolresta, red) dan ditemui oleh petugas di pos penjagaan,” terang Roland.

Saat ditunjukkan kepada petugas di pos penjagaan, mereka diminta untuk meletakkan barang yang terbungkus plastik tersebut. Yakni di depan ATM yang berada persis di samping pos penjagaan. “Karena kan takut kalau itu bahan peledak. Takut kalau meledak di situ,” imbuh Roalnd.

Atas laporan tersebut, pihak kepolisian kemudian melokalisasi area sekitar pos penjagaan untuk menghindari bahaya yang ditimbulkan. Polisi menjaga radius aman agar tidak dilintasi masyarakat maupun anggota. “Setelah itu kita menghubungi Brimob untuk memastikan apakah itu bahan peladak atau bukan,” terang dia. (day/sam)