Penanda Jalan Berlubang Dikira Penampakan Mahluk Halus

Penanda yang dipasang warga di Gang 8, RW 03 Pagongan Timur terlihat seperti penampakan di malam hari. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Penanda yang dipasang warga di Gang 8, RW 03 Pagongan Timur terlihat seperti penampakan di malam hari.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON-Ada yang berbeda saat melintasi jalan di Gang 8, RW 03 Pagongan Timur, KelurahanPanjunan. Sepintas, nampak seseorang muncul dari dalam lubang. Penampakannya kian menyeramkan, apabila dilihat di malam hari.

Ternyata itu merupakan dua bilah bambu yang dibungkus karung. Warga setempat membuatnya sebagai penanda agar pengendara terhindar dari lubang di tengah jalan. Warga setempat, Asep (40) mengatakan, gorong- gorong yang melintang jalan tersebut ambles sekitar satu bulan belakangan. Sehingga menimbulkan lubang sedalam 2 meter, persis di tengah badan jalan.

Penanda tersebut dipasang untuk menghindari kecelakaan. Meski diakui, karung putih dan hitam yang terpasang agak menyeramkan bila dilihat di malam hari. “Kami sudah lapor, sudah sebulan. Tapi nggak digubris,” kata Asep, kepada Radar Cirebon.

Di dalam gorong-gorong tersebut, terlihat dua pipa yang sepertinya menjadi saluran air limbah yang terhubung hingga ke Sungai Sukalila di Jl Kalibaru Utara.  Menurut informasi yang dihimpun Radar Cirebon, pipa tersebut tadinya milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Giri Nata. Dan dalam pengelolaan PAM dilakukan perawatan rutin.

Masalahnya timbul ketika ada peralihan kewenangan ke Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR). Pipa limbah itu tak lagi mendapatkan pemeliharaan periodik, sehingga mengalami gangguan dan menyebabkan kerusakan jalan. Warga setempat juga membenarkan informasi ini. Berulangkali menyampaikan ke DPUPR untuk dilakukan perawatan dan tidak pernah digubris.

Asep menyebutkan, sebelum dipasang penanda seringkali pengendara terperosok ke lubang. Di malam hari, becak pun jadi korbannya. Hingga akhirnya warga berinisiatif menandai lubang dengan bambu ditutup dengan karung putih. Sebelumnya, penanda berupa paralon dan potongan bambu.

Namun karena tidak terlihat, seringkali malah membahayakan pengguna jalan karena tertabrak. Kemudian, penanda itu diganti dengan karung putih yang pada malam hari justru mirip penampakan mahluk halus. “Iya, kalau malam pada kaget dikira penampakan katanya, ” jelasnya.

Warga lainnya Muhammad (45) meminta pemerintah bisa segera menangani kerusakan tersebut. Dan diharapkan ada pemeliharaan berkala. Selain pipa saluran limbah, Sungai Sukalila sedimentasinya sudah parah dan belum ada perawatan. Saat membuka manhole cover pun sudah tidak terlihat karena tertutup tanah dan endapan lainnya. Sementara hingga berita ini diturunkan, para pejabat DPUPR belum dapat dikonfirmasi. (apr)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait