Penderita DBD di Kabupaten Cirebon Meningkat 25 Persen

ILUSTRASI-Nyamuk Demam Berdarah

CIREBON-Jumlah warga Kabupaten Cirebon yang terjangkit demam berdarah dengue (DBD) tahun 2019 hingga bulan Juni meningkat tajam. Angka peningkatannya adalah 25 persen dibandingkan tahun 2018 lalu. Hingga Juni, sudah ada 846 warga yang terjangkit DBD, 18 di antaranya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Enny Suhaeni SKM MKes mengatakan, 846 warga tersebut positif terkena DBD. “Bukan penderita saja yang naik angkanya dari tahun lalu. Warga yang meninggal dunia karena DBD, di tahun 2019 ini juga mengalami kenaikan signifikan. Data per Juni 2019, yang meninggal akibat DBD ada 18 orang. Angka tersebut mengalami peningkatan. Karena, dalam satu tahun saja, atau di tahun 2018, ada 11 orang yang meninggal akibat DBD,” tuturnya.

Enny menyebut, penyebab DBD karena faktor alam, yaitu pergantian cuaca. Serta lingkungan yang kurang sehat. “Misalkan, lingkungan banyak sarang atau bibit nyamuk, pasti ada yang kena DBD,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup sehat. “Tentu yang paling efektif dibandingkan dengan melakukan fogging, yaitu pemberantasan sarang nyamuk. Karena, ketika sarang dan bibit nyamuk hilang, Insya Allah bisa terhindar dari DBD. Memberantas sarang nyamuk ini adalah dengan melaksanakan gerakan 3M,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan, ada sekitar 10 kecamatan yang termasuk daerah endemis DBD di Kabupaten Cirebon. “Daerah endemis yakni Kecamatan Gegesik, Kedawung, Gunungjati, Ciledug, Babakan, Suranenggala, Klangenan, Weru, Arjawinangun, serta Palimanan,” ungkapnya. (den)