Pengamanan Aksi 22 Mei, Karopenmas Tegaskan Polisi Tak Dibekali Peluru Tajam

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo

JAKARTA–Kerusuhan Jakarta yang terjadi antara massa aksi 22 Mei dengn aparat kepolisian sejak Selasa (21/5) malam sampai Rabu (22/5) pagi, merembet ke sejumlah wilayah.

Salah satunya di Tanah Abang yang disebut-sebut membuat seoarang massa aksi tewas tertembus peluru polisi. Menanggapi hal itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo membantah.

Pihaknya pun memastikan bahwa aparat polisi yang bertugas mengamankan aksi sama sekali tidak dibekali persenjataan dan peluru tajam. Karena itu, jika ada korban yang disebut tewas akibat tertembus peluru, maka dipastikan bukan ulah aparat kepolisian yang mengamankan jalannya aksi.“Yang perlu disampaikan bahwa aparat keamanan dalam pengamanan unras (unjuk rasa) tidak dibekali oleh peluru tajam dan senjata api,” kata Dedi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (22/5).

Sementara, dari hasil analisa dan penyelidikan sementara, ditemukan indikasi bahwa massa kerusuhan dan provokator bukan berasal dari Jakarta. Mereka adalah massa dari luar ibukota yang membuat ulah dengan memancing dan memprovokasi aparat. “Kami sudah sampaikan jauh-jauh hari bahwa akan ada pihak ketiga yang akan memanfaatkan situasi unras tersebut. Oleh karenanya, masyarakat diimbau tidak terprovokasi,” imbuh Dedi.

Sampai dengan saat ini, polisi telah mengamankan lebih dari 20 orang yang diduga menjadi provokator kerusuhan. Mereka dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk dimintai keterangan. “Saat ini aparat kepolisian sudah mengamanankan lebih dari 20 orang yang diduga pelaku provokator dan melakukan tindak pidana lainnya,” pungkas Dedi.

Terpisah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, kerusuhan Jakarta itu sudah menelan enam korban jiwa dengan 200 orang korban luka. “Kira-kira ada 200 orang luka-luka dan ada sekitar enam orang tercatat meninggal,” ujar Anies di Rumah Sakit Tarakan Jakarta, Rabu (22/5).

Korban meninggal dan luka-luka sendiri tersebar di sejumlah rumah sakit. Antara lain Rumah Sakit Pelni, Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo. (pojoksatu)

Berita Terkait