Pengawas Proyek Harus Profesional

MAJALENGKA- Bupati Majalengka, DR H Karna Sobahi MMPd menegaskan para pengawas, pemeriksa, penerima proyek dan petugas pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Majalengka bisa bekerja secara professional.

Ia juga meminta mereka untuk tidak takut untuk menegakkan aturan sehingga bisa menyelamatkan anggaran demi pembangunan yang berkualitas.

“Para pengawas, pemeriksa dan penerima pekerjaan harus bekerja sesuai aturan. Jangan takut dengan tekanan siapapun,” tegas Bupati Karna saat memberikan pengarahan di hadapan ratusan pengawas, pemeriksa dan penerima proyek di Gedung Yudha Setda Majalengka, kemarin (15/5).

Ditegaskan Bupati Karna, dana APBD ratusan miliar bisa diselamatkan sesuai dengan standar dan sasaran. “Jangan sampai ada kesan pengawas ikut tenggelam dengan pengusaha dan berada dalam tekanan sehingga sulit mengkritisi,” tegas Karna.

Ia menegaskan, dana APBD itu milik bersama demi kepentingan masyarakat. Anggaran satu rupiah pun, lanjut dia, harus dipertanggungjawabkan. Karna tidak ingin ada proyek yang kualitasnya tidak sesuai dengan standar dan menjadi temuan aparat penegak hukum.

Bupati Karna mengingatkan kembali agar para PNS terutama para pengawas dan penerima barang atau jasa untuk menghilangkan rasa takut dan bekerja dengan penuh tanggungjawab serta profesional.

“Para pejabat pemeriksa dan pengawas harus punya komitmen dan perlu dibangun kemitraan dengan seluruh leading sektor, sehingga dapat meminimalisasi persoalan,” tandasnya.

Sementara, Wakil Bupati Tarsono D Mardiana menyatakan pertemuan dengan para pengawas, pemeriksa dan penerima pengadaan barang dan jasa ini sangat penting. “Kami berharap pemeriksaan dan pengawasan bisa lebih dioptimalkan,” harapnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Drs H Ahmad Sodikin MM mengakui serapan dana APBD tahun 2019 ini masih rendah. Sekda menyebut masing-masing kepala dinas harus melakukan evaluasi. ”Kami berharap Predikat WTP yang 5 kali berturut turut bisa dipertahankan, harapnya.

Kepala Inspektorat Kabupaten Majalengka, Drs Edy Noor Sudjatmiko MSi menyatakan perlu di bentuk komunitas untuk para pengawas dan pemeriksa dan penerima proyek pengadaan barang dan jasa untuk saling komunikasi. (ara)