Pengusaha Tahu Cisambeng Kesulitan Air Bersih

Pengusaha-tahu-kesulitan-air-bersihBUAT SUMUR BARU: Warga Cisambeng, Majalengka, tengah membuat sumur baru lantaran sumur lamanya sudah dalam dan kondisinya tidak ada air. FOTO: ANWAR BAEHAQI/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Sudah masuk pertengahan Oktober, tapi hujan belum juga turun. Akibatnya, sejumlah pengusaha pabrik tahu di wilayah Desa Cisambeng, Kecamatan Palasah kesulitan mendapatkan air.

Ikin salah satu pengusaha tahu menyampaikan bahwa dalam memproduksi tahu dan tempe selalu membutuhkan air yang banyak. Jika tidak, maka produksi tahu akan terbengkalai.

Maka dari itu, upaya yang dilakukan pihaknya terpaksa mengangkut air ke wilayah lain mendekati Kecamatan Leuwimunding dan Rajagaluh. Sebab di wilayah dua kecamatan tersebut, sumber air masih masih banyak.

’’Kami harus mengangkut air menggunakan toren (tangki air) dan itu tidak cukup hanya satu kali, jadi harus bolak-balik. Dan mengangkutnya tentu harus menggunakan mobil bak terbuka,” ungkapnya, Kamis (11/10).

Sementara itu, kondisi sumur yang mengering juga dirasakan warga lainnya yang di rumahnya tidak memproduksi tahu. Sumur milik Hadijah (47) misalnya, kini sudah mulai mengering. Sumur yang ada di belakang rumahnya itu hanya mengeluarkan sedikit air.

“Sehingga saya sedang membuat sumur baru, mengingat sumur yang ada di belakang rumah sudah sangat dalam. Gak ada yang berani turun, karena tahun lalu juga pernah dikuras, cuma kekurangan oksigen di dalam sumurnya. Daripada terjadi kenapa-napa, akhirnya terpaksa membuat sumur baru di sebelah selatan,’’ ungkapnya. (bae)