Penyelidikan Kasus Masjid Christchurch Dimulai

christchurch-tragedi
DISELIDIKI: Petugas mengevakuasi korban teror Masjid Christchurch, Maret lalu. Komisi Kerajaan Selandia Baru memulai penyelidikan mengenai pembantaian yang menewaskan 51 orang itu, kemarin. Foto: AP

WELLINGTON – Komisi Kerajaan Selandia Baru, Senin (13/5) akan memulai penyelidikan mengenai pembantaian di masjid Christchurch melalui dengar pendapat mengenai bukti-bukti.

Perdana Menteri Jacinda Ardern bersiap memimpin pertemuan di Prancis yang mengupayakan dukungan bagi penanggulangan kekerasan daring.

Penyelidikan Komisi Kerajaan Selandia Baru akan memeriksa kegiatan tersangka lelaki bersenjata tersebut, penggunaan media sosial dan hubungan internasional.

“Temuan komisi ini akan membantu memastikan serangan semacam itu tak pernah terjadi lagi di sini,” kata Ardern di dalam satu pernyataan yang mengumumkan komisaris kedua bagi penyelidikan itu, sebagaimana dikutip Reuters.

Jejaring Komisi Kerajaan tersebut mengatakan, akan mengumpulkan keterangan sampai Agustus. Komisi itu akan melaporkan temuannya kepada pemerintah pada 10 Desember.

Sebagian anggota masyarakat Muslim menyerukan hubungan yang lebih baik mengenai penyelidikan tersebut.

Di dalam satu artikel opini di The New Yorks Times, Ardern mengatakan Christchurch Call akan secara sukarela menjadi kerangka kerja yang membuat para penandatangannya berkomitmen untuk melakukan langkah khusus guna mencegah pengunggahan isi teroris.

“Ini bukan mengenai meremehkan atau membatasi kebebasan berbicara. Ini adalah mengenai perusahaan-perusahaan ini dan bagaimana mereka beroperasi,” kata Ardern di dalam kolomnya.

Wakil dari Facebook, Google, Twitter dan perusahaan teknologi lain direncanakan menjadi bagian dari pertemuan tersebut, walaupun pemimpin Facebook Mark Zuckerberg takkan hadir.

Facebook mengatakan, Nick Clegg, mantan wakil perdana menteri Inggris, dan saat ini menjadi Wakil Presiden Facebook Urusan Global dan Komunikasi, akan menghadiri pertemuan itu.

Untuk diketahui, seorang lelaki bersenjata menewaskan 51 orang di dua masjid di Christchurch pada 15 Maret, sementara ia menyiarkan langsung aksinya di Facebook. Itu adalah penembakan terburuk dalam sejarah Selandia Baru. (der/rts/fin)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait