Perang Melawan Sampah Plastik ala SMK PGRI Karangampel

Siswa-SMKPGRI-Karangampel-bawa-tempat-makan--minum-dari-rumah
TANPA PLASTIK: Siswa siswi SMK PGRI Karangampel tampak membawa tempat minum sendiri dari rumah. Hal itu sebagai salah satu upaya mengurangi sampah plastik. FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

Keberadaan sampah yang mencemari lingkungan, tetutama plastik, memang sangat memprihatinkan. Sehari-hari sampah plastik bisa dilihat di mana-mana. Mulai dari lingkungan rumah, sekolah, perkantoran, hingga banyak yang menumpuk di selokan maupun sungai.

UTOYO PRIE ACHDI, INDRAMAYU

PRIHATIN dengan keberadaan sampah plastik yang kian mengancam, SMK PGRI Karangampel, Kabupaten Indramayu, melakukan program yang cukup mendidik, yaitu Perang Melawan Sampah Plastik. Caranya dengan menganjurkan siswa untuk membawa tempat minum sendiri dari rumah.

Dengan cara bawa makan dan minum sendiri, siswa tidak boleh lagi membeli minuman  di kantin dengan bungkus plastik. Jadi kalau siswa membeli minuman di kantin, maka harus diminum di tempat dengan gelas yang disediakan.

Kalau tidak ingin minum di tempat, tentunya harus membawa tempat sendiri dari rumah seperti gelas plastik. Dengan cara tersebut, maka tidak akan ada yang buang sampah plastik sembarangan.

Para siswa tampak membawa tempat minum sendiri dari rumah. Tempat minum itu sengaja mereka bawa untuk tempat air minum. Ada yang sudah diisi dengan air putih. Ada juga yang masih kosong dan akan diisi dengan minuman di kantin. “Saya nanti mau beli es di kantin,” kata salah seorang siswa.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Usroni mengatakan SMK PGRI Karangampel memang telah berkomitmen untuk mengurangi sampah, bahkan perang terhadap sampah. Terobosan yang dilakukan diawali dengan komitmen bahwa sampah akan menciptakan penyakit.

“Selanjutnya kami anjurkan siswa membawa alat-alat makan minum dari rumah, sehingga tidak menimbulkan sampah,” ujar Usroni.

Dengan membawa tempat minum dan tepak (tempat nasi) sendiri dari rumah, saat ini sedikit sekali ada sampah di lingkungan sekolah. “Jasi siswa diminta kesadaran untuk membawa tempat makan dan minum dari rumah,” tegasnya.

Sementara Kepala SMK PGRI Karangampel Sri Hayati mengatakan, SMK PGRI Karangampel terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan melalui berbagai macam upaya. Dengan cara ini SMK PGRI Karangampel terus mendapatkan kepercayaan dari pemerintah dan masyarakat. Hal ini terbukti dengan dijadikannya SMK PGRI Karangampel sebagai sekolah rujukan.

Bahkan sekolah ini juga masuk dalam program Revitalisasi SMK Program Smart School dengan Peningkatan Bidang IT. “Alhamdulillah. Terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat yang  memberikan kepercayaan kepada sekolah kami,” ungkapnya.

Wasriah, pemilik kantin di SMK PGRI Karangampel, juga mendukung program dari sekolah tersebut. Menurutnya, dengan cara seperti ini dirinya justru lebih irit atau menghemat biaya. “Saya tidak perlu lagi membeli plastik pembungkus minuman atau kertas pembungkus nasi,” ujarnya. (*)

Berita Terkait