Perbaikan Tanggul Cimanuk yang Ambles Belum Jelas

TANGGUL-CIMANUK-AMBLESSS
MAKIN PARAH: Retakan tanah tanggul Sungai Cimanuk di Blok Rengaspayung menggerus pemukiman warga setempat. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Warga di Blok Rengaspayung, RT 09/05 Desa/Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, masih harap-harap cemas. Pasalnya, perbaikan tanggul Sungai Cimanuk yang ambles di blok tersebut masih belum ada kejelasan.

Kendati perbaikan tanggul sekitar sebulan lalu dilalukan DPUPR Kabupaten Indramayu dengan dolken dan pengurugan, tidak membawa hasil yang signifikan. Karena, urugan tidak dapat menghentikan tanggul Sungai Cimanuk yang terus ambles. Bahkan, mulai menggerus tanah pemukiman warga sekitar tanggul yang sudah ambles sepanjang 105 meter.

Sekdes Kertasemaya, Widy Santosa mengatakan, tanah urugan yang merupakan penanganan sementara dari Dinas PUPR Kebupaten Indramayu tidak mampu menahan tanah tanggul yang terus ambles.  Menurut Widy, tanah urugan hanya dapat bertahan beberapa hari saja. “Kondisi tanah kembali ambles hingga sampai saat ini,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Widy, pihaknya memasang pipa plastik karena saluran pembuangan air limbah (SPAL) ikut hancur terkena dampak tanggul ambles.

Diakui Widy, pihaknya sudah menempuh berbagai upaya mulai dari melaporkan amblesnya tanggul ke PUPR Provinsi Jabar, hingga ke pihak BBWSCC. Namun, upaya yang sudah ditempuhnya bersama Pemcam Kertasemaya, belum juga membuahkan hasil yang menggembirakan.

“Peninjauan dari BBWS dan orang PUPR sudah beberapa kali, cuma hanya tinjau saja, tidak ada kejelasan kapan perbaikan akan dilakukan, jangan sampai dampaknya meluas dan membahayakan warga kami,” keluhnya.

Senada dikatakan, Ketua RW 05 Tambrin. Diakui Tambrin, setiap hari dirinya menerima keluhan warga Blok Rengaspayung terkait waktu perbaikan tanggul yang belum ada kepastian. Pasalnya, kata Tambri, warga resah karena dampak retakan tanggul sudah ke permukiman warga, sehingga sebagian dapur warga juga ikut ambles.

“Kami terus pantau, bersama warga lainnya siang dan malam, berjaga di lokasi secara bergantian,” ujarnya.

Dengan melihat potensi tanggul ambles yang dapat semakin meluas, serta mengancam keselamatan warga,Tambrin berharap, pihak berwenang yang membidangi Sungai Cimanuk, baik itu dari PUPR dan BBWSCC bisa menaruh perhatian lebih dan mengutaman perbaikan di Blok Rengaspayung secara permanen.

“Tidak ada lagi jarak tanah antara tanggul dan tanah pemukiman warga, tanah warga dapat tergerus. Warga berharap perbaikan secara permanen,” pungkasnya. (oni)