Perforasi Lambung

Dr Sudarsono SpB

SAHABAT  Radar, pernahkah merasakan nyeri perut? Tentunya setiap orang pernah merasakannya. Nyeri perut dapat beragam sebabnya karena organ yang berada dalam perut kita pun beragam. Organ di dalam perut dapat pecah atau berlubang hingga menyebabkan rasa sakit yang sangat.

Organ yang paling sering mengalami pecah atau berlubang adalah lambung. Lambung yang mengalami lubang disebut perforasi lambung. Perforasi lambung berpotensi menyerang siapa saja.

Tidak ada perbedaan pada pria dan wanita yang terpengaruh. Kondisi ini ditemui di seluruh dunia, seluruh kelompok ras dan etnis dapat terpengaruh.

Ada berbagai gejala perforasi lambung, di antaranya sakit pada lambung, menggigil, demam, mual dan muntah. Pada saat perforasi terjadi, maka isi di dalam lambung akan dapat keluar dan mengisi rongga perut yang seharusnya steril atau bebas dari kuman. Hal ini disebut peritonitis.

Jika kita mengalami perforasi lambung dan peritonitis secara bersamaan, perut akan terasa sensitif. Nyeri seringkali memburuk saat seseorang menyentuh atau meraba area atau saat pasien bergerak. Rasa sakit biasanya membaik saat berbaring. Perut dapat menonjol lebih dari biasanya dan terasa keras.

Ada banyak faktor risiko untuk perforasi lambung, diantaranya trauma tumpul pada perut. luka tusuk pada perut, kanker, rutin mengkonsumsi obat-obatan seperti steroid, aspirin, atau obat anti-inflamasi yang umum terjadi pada lansia.

Serta sering mengkonsumsi makanan pedas dan mengandung gas disertai kebiasaan sering terlambat makan. Perforasi lambung adalah kondisi yang membahayakan nyawa, memerlukan evaluasi cepat yang disertai dengan penanganan operasi.

Operasi yang sukses tergantung pada lokasi, ukuran dan durasi perforasi. Semakin cepat diagnosis dan perawatan dilakukan, semakin baik hasilnya. Segera konsultasikan dengan dokter apabila mengalami keluhan yang mirip dengan perforasi lambung untuk mendapatkan penangan cepat dan tepat. Semoga bermanfaat. (*)