Pergerakan Tanah Landa 8 Desa di Majalengka, 72 Warga Terpaksa Mengungsi

PERGERAKAN-TANAH
MENGUNGSI: Warga RT 009/RW 003 Blok Lamelaut Desa Mekarmulya, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, dibantu anggota Tagana mengungsi ke tempat yang aman. Foto: Budhi Haryanto/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Pergerakan tanah terjadi di empat desa di Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Senin (8/4). Empat desa itu adalah Padarek, Kalapa Dua, Cigaleuh dan Mekarmulya.

Akibatnya, sejumlah fasilitas umum rusak. Rumah-rumah warga pun terancam ambruk. Sedikitnya 72 jiwa dari 25 kepala keluarga di RT 009/RW 003 dan RT 003 RW/001 Blok Lamelaut Desa Mekarmulya Kecamatan Lemahsugih terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dekatnya.

Kepala Desa Mekamulya, Iyet Sumiati menjelaskan, pergerakan tanah yang terjadi di Blok Lamelaut diperkirakan terjadi Minggu (7/4) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Mengingat sejak Minggu siang hingga menjelang malam, hujan terjadi secara terus-menerus. Diakuinya beberapa permukaan tanah di Blok Lamelaut mengalami retakan sehingga membuat rumah warga miring atau terancam ambruk.

“Sebelumnya tahun 2014 kejadian seperti ini pernah terjadi. Saat itu sudah ada pengontrolan ke lokasi dari tenaga ahli geologi Bandung. Namun saat itu, kejadiannya tidak separah sekarang,” jelasnya.

Bukan hanya permukiman, pergerakan tanah juga melanda persawahan dan perkebunan milik warga. Termasuk juga tempat pemakaman umum.

Sementara itu, Camat Lemahsugih Drs H Rahmat Susanto MH meminta masyarakat waspada serta tidak merasa panik. “Insya Allah kami akan segera meminta bantuan ke Pemkab Majalengka dan mencarikan solusi untuk mengatasi musibah ini. Kami  telah meminta bantuan pada BPBD Kabupaten Majalengka, termasuk dinas terkait,” jelasnya.

Ia mengaku, yang menjadi konsennya saat ini adalah menenangkan warga agar tidak panik. Keselamatan warga khususnya ibu dan anak harus diutamakan.

“Soal tempat pengungsian, kami telah berkoordinasi dengan BPBD untuk menyiapkan tenda darurat. Sehingga mereka bisa berteduh dan berlindung saat hujan dan panas terik:  ucap Camat Rahmat.

Terpisah, Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono, melalui Ps Subbag Humas Polres Majalengka, Aipda Riyana menjelaskan pegerakan tanah menimbulkan sejumlah kerusakan. Di Desa Padarek, jalan poros menuju Desa Kalapa Dua amblas sedalam kurang lebih 40-50 cm.

Kemudian di Desa Kelapa Dua, pergerakan tanah merusak dua rumah warga di Blok Kamis dan Blok Senen. Sementara di Desa Cigaleuh, selain merobohkan rumah warga, pergerakan tanah mengakibatkan longsor tanah, sawah dan jembatan amblas.

Kepala BPBD Kabupaten Majalengka Drs Agus Permana MP mengatakan, untuk saat ini pihaknya melakukan pengecekan kondisi di lapangan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan tenaga ahli geologi Bandung untuk melakukan pengecekan.

“Dari hasil penelitian yang dilakukan tenaga ahli geologi Bandung itu nantinya akan diketahui langkah yang harus ditempuh selanjutnya,” jelasnya.

Bukan hanya di Kecamatan Lemahsugih, Agus menyebutkan pergerakan juga terjadi di Desa Buninagara, Desa Sukadana dan Desa Werasari Kecamatan Malausma, serta Desa Sukawera Kecamatan Ligung.

“Kami bersama tim ahli geologi dari Bandung akan melakukan penelitian terhadap adanya pergerakan tanah ini,” pungkasnya. (har)