Pertamina Siap Penuhi Kebutuhan Avtur di Bandara Kertajati

GM Pertamina MOR III Tengku Fernanda, memastikan kesiapan layanan DPPU Kertajati untuk Bandara Internasional Jawa Barat, Selasa (10/9). FOTO: IIM ABDURAHIM/RADAR MAJALENGKA
GM Pertamina MOR III Tengku Fernanda, memastikan kesiapan layanan DPPU Kertajati untuk Bandara Internasional Jawa Barat, Selasa (10/9).FOTO: IIM ABDURAHIM/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA-Bertambahnya jumlah bandara termasuk Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, menuntut PT Pertamina (Persero) mampu menyiapkan bahan bakar pesawat yang safety dan mudah diperoleh, khususnya di BIJB yang jumlah penerbangannya mulai bertambah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III dalam dua bulan terakhir semakin intens menyuplai bahan bakar pesawat terbang Aviation Turbine Fuel (Avtur) bagi sejumlah maskapai penerbangan BIJB Kertajati.

Sejak dipindahkannya penerbangan reguler dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Bandara Kertajati, terjadi peningkatan jadwal penerbangan hingga 70 persen. Hal tersebut berimbas pada pasokan Avtur bagi penerbangan di Kertajati, dimana saat ini rata-rata suplai hingga 70 Kiloliter (KL) per hari.

General Manager Pertamina MOR III Tengku Fernanda menyatakan, Pertamina terus mendukung kebutuhan Avtur di BIJB dan telah menyiapkan fasilitas pendukung Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) untuk memenuhi kebutuhan maskapai.

“Kami upayakan semaksimal mungkin, dimana pasokan Avtur dari Terminal BBM Balongan dibawa ke DPPU menggunakan mobil tangki khusus Avtur yakni bridger berkapasitas 24 KL. Selanjutnya Avtur ditampung dalam 4 unit tangki modular berkapasitas masing-masing 20 KL, dan kemudian diisikan menggunakan mobil tangki khusus untuk mengisi ke pesawat atau disebut mobil tangki refueler,”katanya.

Fernanda menyatakan jika dihitung secara volume, suplai Avtur ke BIJB masih relatif kecil yakni maksimal  70 KL per hari atau sekitar 1,4 persen dibandingkan total pasokan di Bandara Soekarno Hatta. “Yang patut di garis bawahi, seberapapun kebutuhannya kami upayakan untuk dapat mendukung BIJB agar dapat tumbuh dan terus berkembang. Sehingga menjadi bandara penyangga di Jawa Barat,” katanya.

Sejak dibuka sebagai bandara reguler, saat ini BIJB melayani sekitas 12 jadwal penerbangan per hari, dengan berbagai kota tujuan di luar Jawa. Adapun dua maskapai yang telah beroperasi rutin yakni Lion Air dan Air Asia.

“Bandara Kertajati akan menjadi salah satu bandara terbesar di Indonesia. Menyambut hal tersebut, kami juga telah menyiapkan peningkatan layanan dan fasilitas DPPU. Salah satunya untuk mengantisipasi penerbangan umrah yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” pungkas Fernanda. (iim)

Berita Terkait