Petani Sudah Siap Musim Tanam Padi, Tapi Masih Terhalang Ketersediaan Air

ILUSTRASI-PETANI
ILUSTRASI-PETANI

CIREBON-Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mendapat bantuan ratusan pompa air dari pemerintah pusat untuk antisipasi musim banjir. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Dr Ir H Ali Effendi MM mengatakan, pompa ini berfungsi untuk menyedot air di pesawahan jika banjir tiba.

Namun saat kemarau pun bisa difungsikan untuk menyedot air. “Sudah kita siapkan ratusan pompa di desa-desa rawan banjir. Tersebar merata di wilayah tengah, timur dan barat Kabupaten Cirebon,” ujar Ali, Rabu (28/11).

Seperti diketahui, pada banjir di Februari 2018 lalu, ratusan hektare lahan sawah di Kabupaten Cirebon terendam karena banjir. Saat itu, kerugian di sektor pertanian lebih dari Rp1 miliar. “Kita tidak ingin hal itu terjadi lagi. Mudah-mudahan ratusan pompa itu bisa berfungsi dengan baik kalau banjir datang. Tapi kita berharap tidak ada lagi banjir besar yang datang,” kata Ali.

Sementara itu, menurutnya, saat ini para petani sedang menyiapkan musim tanam padi. Namun penanaman belum maksimal karena ketersediaan air masih belum stabil. “Hujan kan belum merata, hingga akhir November baru ada 1.500 hektare yang ditanami. Di Desember, kami prediksi musim tanam akan terus bertambah cakupannya. Kita targetkan nanti ada 22 ribu hektare lahan pertanian yang sudah ditanami,” jelasnya.

Untuk menunjang musim tanam ini, Dinas Pertanian telah menyediakan pupuk bersubsidi yang telah dikirim ke berbagai kios pertanian. “Dan yang paling penting, benihnya juga sudah siap tanam. Untuk penanaman di Desember, benihnya sudah siap semua,” tukas Ali.

Sementara itu, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon Tasrip Abu Bakar menyampaikan, hujan berturut-turut sudah terjadi di sebagian wilayah di Kabupaten Cirebon. Sehingga membuat para petani bersiap-siap untuk kembali menggarap lahan persawahannya. “Iya November rain sudah menjadi pengharapan petani. Petani sudah mulai membajak sawahnya,” aku Tasrip.

Dikatakan, beragam varietas padi yang ditanam sejumlah petani yang mulai menggarap lahan persawahannya. Mulai dari Ciherang, IR64, Pandan Wangi, beras merah dan jenis lainnya. Menurutnya, Kabupaten Cirebon memiliki area pesawahan seluas 53.180 Ha, namun yang cukup subur dan memiliki saluran irigasi yang baik, sekitar 46 ribu Ha.

Lebih dari itu, sebelum dilakukan penanaman padi, terutama persiapan para petani terhadap benih padi yang akan ditanam, juga dilakukan persiapan lahan dalam pengolahan lahan harus dilakukan agar kualitas padi nantinya dapat tumbuh bagus. “Persiapannya mengenai jenis benih padi yang akan ditanam. Selain itu, persiapan lahan dalam pengolahan lahan juga harus dilakukan. Agar kualitas padi nantinya dapat tumbuh bagus,” jelasnya. (via)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait