Petani Telat Bisa Gawat, Kuwu Minta Semua Saluran Irigasi di Cikulak Diperbaiki

PENGHUJUNG MUSIM: Para petani di Desa Cikulak memanfaatkan air yang masih melimpah di penghujung musim hujan. Tujuannya, untuk menyiapkan lahan pertanian. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
PENGHUJUNG MUSIM: Para petani di Desa Cikulak memanfaatkan air yang masih melimpah di penghujung musim hujan. Tujuannya, untuk menyiapkan lahan pertanian.FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Sejumlah petani di Kecamatan Waled langsung menggarap lahannya, meski baru beberapa minggu lalu selesai panen. Hal tersebut demi memanfaatkan air yang masih melimpah di penghujung musim hujan.

Salah seorang petani di Desa Cikulak, Cahyana kepada Radar Cirebon menuturkan, jika musim hujan diperkirakan hanya akan tinggal bulan ini saja. Sementara untuk bulan depan sudah masuk kemarau.

“Tanda-tandanya kan sudah ada. Setiap hari sering panas, meskipun sore harinya hujan. Ini kan memang harusnya sudah masuk kemarau. Tapi karena mungkin pancaroba, jadi masih ada hujan. Tetapi, intensitasnya tidak terlalu sering,” ujarnya, (21/4).

Kondisi itupun dimanfaatkannya, walau lahan pertaniannya baru beberapa hari yang lalu panen. Pasalnya, jika tidak saat ini, maka ia akan kesulitan menggarap lahan. Karena untuk menyiapkan lahan pertanian khususnya padi, sangat membutuhkan air dalam jumlah banyak.

“Mumpung masih ada hujan. Masih ada air melimpah. Jadi, kita tidak repot menunggu giliran pengairan. Ini membantu karena minggu depan kayaknya sudah mulai musim kemarau.

Sekarang kita siapkan lahannya dulu. Kita pindah padi yang cukup umur dari persemaian yang sebelumnya sudah disiapkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kuwu Desa Cikulak, Yusnaedi kepada Radar Cirebon menuturkan, sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Oleh karena itu, warganya sangat bergantung pada suplai dan ketersediaan air.

“Harapan kami, semua saluran irigasi di Cikulak diperbaiki. Ini agar suplai air bisa maksimal. Dan seluruh lahan pertanian terjangkau saluran irigasi. Ini akan sangat diperlukan. Apalagi jika musim kemarau,” bebernya.

Ditambahkannya, selain saluran irigasi, wilayahnya juga sangat memerlukan jalan usaha tani, untuk menunjang mobilitas pengangkutan hasil panen. Sehingga, semakin meningkatkan produktivitas para petani.

“Ini dua elemen penting yang harus ada. Saluran irigasi yang baik dan jalan tani yang layak. Kalau dua hal ini baik, saya yakin para petani tidak akan kesulitan,” ungkapnya. (dri)

Berita Terkait