Petani Tewas Diserang Tawon, Satu Lagi Dilarikan ke Rumah Sakit

Muhidi tewas karena sengatan tawon. FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN
Muhidi tewas karena sengatan tawon.FOTO: M TAUFIK/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Warga Desa Paninggaran, Kecamatan Darma, dihebohkan dengan tewasnya seorang petani bernama Muhidi (73) karena sengatan tawon dan seorang petani lain bernama Yusman mengalami luka sengatan hingga harus dilarikan ke RSUD ’45 Kuningan.

Kepala UPT Damkar Kuningan Mh Khadafi Mufti membenarkan kejadian tersebut. Diceritakan, peristiwa serangan tawon yang mematikan tersebut terjadi pada Rabu (13/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Warga dikejutkan dengan temuan Muhidi di tengah ladang dalam keadaan sekujur tubuhnya dikerubungi tawon. Tak jauh dari sana, warga mendapati Yusman dalam kondisi tak berdaya dengan luka sengatan di beberapa bagian tubuhnya.

“Kami mendapat informasi tentang kejadian serangan tawon yang mematikan ini pada Rabu sore sekitar pukul 17.00 WIB. Atas informasi tersebut kami langsung mendatangi lokasi kejadian untuk pendataan, sekaligus mencari keberadaan sarang tawon untuk kemudian dilakukan pemusnahan,” ungkap kepada Radar Kuningan.

Mufti mengatakan, kejadian serangan tawon yang mematikan di lokasi tersebut merupakan yang kedua kalinya. Total korban serangan tawon di Desa Paninggaran sebanyak enam orang dengan dua di antaranya meninggal dunia dan empat lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

“Berdasarkan keterangan warga, serangan tawon berbisa di lokasi tersebut sebelumnya juga pernah terjadi, sehingga kejadian ini adalah yang kedua kali. Saat kejadian pertama menyebabkan satu petani meningal dunia dan tiga lainnya mengalami luka sengatan cukup serius dan sekarang satu meninggal dan satu lagi harus dilarikan ke rumah sakit,” ujar Khadafi.

Dari hasil penelusuran petugas, lanjut Khadafi, timnya berhasil menemukan salah satu sarang tawon berukuran besar yang diduga telah menyerang warga tersebut. Timnya telah berhasil mengamankan sarang tawon tersebut dan kini masih dilakukan penyisiran untuk memastikan kemungkinan masih ada sarang lainnya.

“Keberadaan sarang tawon tersebut berada di kawasan pemakaman umum dan sulit dijangkau karena sekelilingnya banyak ditumbuhi ilalang. Mungkin saat kejadian dua korban tersebut tidak mengetahui keberadaan sarang tawon tersebut, dan tanpa sengaja mengusik keberadaan tawon berbisa yang kemudian terjadi peyerangan yang berujung maut,” ungkap Khadafi.

Atas kejadian tersebut, Khadafi mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati jika menemukan sarang lebah di sekitar rumah, kebun atau jalan umum. Jangan segan untuk melapor kepada petugas Damkar untuk meminta bantuan memusnahkan sarang tawon tersebut.

“Tugas Damkar tidak hanya menangani kebakaran, namun juga kedaruratan lain seperti ular masuk rumah, binatang masuk parit hingga ancaman serangga berbisa seperti tawon. Karena kami dilengkapi peralatan dan baju anti api yang juga bisa menangkal serangan tawon. Jangan segan melapor kepada kami jika menemukan kedaruratan tersebut agar jangan sampai jatuh korban seperti sekarang,” imbau Khadafi. (fik)