Pilkades Jatipamor Sepi Peminat, Panitia Buka Pendaftaran Gelombang Dua

pilkades ilustrasi
Ilustrasi. (radarcirebon.com)

MAJALENGKA- Pilkades serentak bakal digelar 2 November mendatang. Proses pendaftaran bakal calon kepala desa pun sudah ditutup.

Namun dari ratusan desa yang menyelenggarakan pilkades serentak, beberapa desa diketahui belum memenuhi syarat. Alasannya, jumlah bakal calon yang mendaftar masih kurang.

Sesuai aturan, jumlah calon pada Pilkades serentak disyaratkan minimal sebanyak dua dan maksimal lima orang. Jika kurang, harus dibuka pendaftaran kembali. Jika lebih, akan diadakan seleksi.

Di Desa Jatipamor, kontestasi Pilkades sepi peminat. Hingga pendaftaran ditutup pada 11 September lalu, tidak ada satu orang pun yang mendaftar sebagai bakal calon.

Ketua Panitia Pilkdes Desa Jatipamor, Muaz melalui anggota, Agus Gunawan menyebutkan, karena tidak ada yang mendaftar, pihaknya membuka kembali pendaftaran gelomba kedua sejak 12 September hingga 9 Oktober. “Mudah- mudahan ada yang mendaftar,” ujar Agus. Disebutkan Agus, jumlah hak pilih sementara warga Desa Jatipamor kurang dari 3 ribu jiwa.

Informasi yang diperoleh Radar Majalengka, ada banyak faktor yang menyebabkan minimnya minat warga untuk mendaftar menjadi kepala desa. Selain karena biaya pilkades relatif besar, penghasilan kepala desa tidak seberapa. Warga khawatir karena selama ini beberapa kali kepala desa sebelumnya meninggal sebelum masa jabatan habis.

”Saya tidak ingin mati muda. Sehingga ogah untuk nyalon kades di Jatipamor,” ujar seorang warga kepada Radar.

Sementara itu di Kecamatan Cigasong dari 7 desa dan 3 kelurahan, ada 4 desa yang akan menggelar pilkades serentak. Camat Cigasong, Saleh didampingi Sekcam Cucun Sunardi menyebutkan, di Desa Tajur sudah ada 3 calon yang mendaftar.

Kemudian Desa Karayunan sudah ada 4 calon yang mendaftar, Desa Batujaya ada 3 cakades dan Desa Baribis ada 2 cakades yang mendaftar. “Kami berharap pelaksanaan Pilkades serentak nanti berjalan dengan aman, tertib dan lancar sukses tanpa ekses,” harap Camat Saleh.

Belum lama ini Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah (Setda) Majalengka, Rahmat Gunandar SSTP mengatakan jika calon yang mendaftar kurang dari dua, maka proses Pilkades tidak bisa dilanjutkan. Panitia harus membuka pendaftaran kembali.

“Maksimal ada 2 hari ke depan. Kalau memang tidak ada ya kita tunda. Panitia melaporkan ke kita nanti kita akan melakukan tahapan Pilkades selanjutnya karena tidak adanya pendaftar,” terangnya.

Menurutnya, akan ada penjabat kepala desa sambil pihaknya menunggu kajian waktu pelaksanaan pilkades susulan tersebut. Yang pasti setelah proses tersebut akan dilakukan verifikasi hingga rampung. Sejatinya setiap desa juga memiliki pertimbangan untuk menghadirkan bakal calon kepala desa.

“Kalau tidak ada yang mau menjadi pemimpin. Kita tunggu sampai ada keputusan lebih lanjut. Desa atau tokoh harus melakukan pendekatan kepada masyarakat. Masa tidak ada orang tidak mau menjadi kepala desa. Saya kira setiap wilayah pasti ada,” tukasnya (ara)

Berita Terkait