Pimpinan Khusnul Khotimah dan Puluhan Kader Keluar dari PKS, Ini Alasannya

M-SABQIN
Ustad Muhammad Sabiqin, pimpinan Khusnul Khotimah Kuningan yang keluar dari Partai Keadilan Sejahtera. Foto: Dok. Pribadi

KUNINGAN – Puluhan kader dan anggota bwramai-ramai keluar dari Partai Kadilan Sejahtera (PKS). Hal itu seiring diterbitkannya Tadzkiroh Dewan Syariah Pusat (DSP) PKS Nomor 60/T/PSP.PKS/1439 Tentang Komitmen (Iltizam) kepada Jamaah yang mengharuskan kepada seluruh anggota inti partai berbaiat ulang.

Seperti yang diungkapkan Ustad Mohammad Sabiqin lewat surat terbukanya bahwa dirinya berhenti dan tidak melanjutkan loyalitas dan komitmen dengan PKS. Terlebih keberadaan dirinya di PKS sudah lama dicurigai dan dianggap tidak loyal.

“Tentu salah besar, walaupun memang sudah lama hati saya meragukannya,” kata Sabiqin dalam surat terbukanya tertanggal 14 September 2018.

Pimpinan Pondok Pesantren Khusnul Khotimah itu menyatakan, permintaan baiat ulang, di mana bagi yang tidak melaksanakan dianggap keluar dari jamaah, merupakan bentuk pembatalan baiat bagi seluruh kader PKS di manapun berada sejak diterbitkannya Tadzkiroh DSP tersebut.

“Maka dengan ini saya ikrarkan bahwa saya tidak bersedia berbaiat ulang sebagaiamana yang diamanatkan Tadzkiroh DSP. Dan saya akan kembalikan kartu keanggotaan PKS saya kepada struktur terdekat,” tandasnya dalam surat terbukanya itu.

Selain itu, dia juga berharap, sejak surat pernyataannya diterbitkan, agar nama Sabiqin untuk dihapus dari keanggotaan PKS. “Adapun amanat saya sebagai Naqib Uppa dewasa kampus saya kembalikan,” tegasnya lagi.

Saat radarcirebon.com mengonfirmasikan pernyataanya keluar dari PKS, Sabiqin membenarkan. Konflik pusat yang tidak ada selesainya menjadi alasan dirinya keluar dari PKS. “Sabiqin tidak nyaman saja,” jawabnya.

Adapun jumlah pasti kader PKS di Kuningan yang keluar, Sabiqin tidak menyebutkan. “Banyak tidaknya saya tidak tahu,” ucapnya.

Hal serupa dilakukan kader PKS Kuningan lainnya, H Wawan Setiawan. Dia membuat surat pernyataan mundur dari keanggotaan PKS tertanggal 14 September 2018 tanpa tekanan maupun paksaan pihak mana pun, kecuali kesadaran sendiri.

Menurutnya, kegaduhan yang terjadi di tubuh PKS selama ini tidak bisa dibendung lagi.  Kemudian dengan adanya pembelahan kader oleh DPP PKS dengan istilah OSAN dan OSIN, serta fitnah dan tuduhan keji kepada kader yang tidak berdasar.

“Karena itu saya menyatakan tidak bersedia berbaiat ulang sebagaimana yng diamanatkan Tadzkiroh DSP. Mulai hari ini, Jumat 14 September 2018, bertepatan dengan 4 Muharram 1440 H menyatakan mundur dari keanggotaan PKS,” katanya.

Terkait jumlah kader PKS Kuningan yang keluar, Wawan menyebutkan lebih dari 30 orang. “Ya, boss, sekitar 40 sampe dengan 50-an,” sebut Wawan saat dikonfirmasi radarcirebon.com. (hsn)