Pj Bupati Lihat Potensi Alam Pasaleman, Janji Bakal Support Penuh

BELUM JADI PRIORITAS: Rombongan kendaraan Bupati Cirebon ketika melewati akses jalan yang hancur di wilayah Pasaleman. FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON
BELUM JADI PRIORITAS: Rombongan kendaraan Bupati Cirebon ketika melewati akses jalan yang hancur di wilayah Pasaleman.FOTO: ANDRI WIGUNA/RADAR CIREBON

CIREBON-Wilayah perbatasan adalah etalase. Ia harus cantik dan kuat secara bersamaan. Karena wilayah tersebut tidak hanya diakses warga sekitar, tapi setiap harinya dilintasi warga dari luar daerah.

Oleh karena itu, tidak salah kiranya Penjabat Bupati Cirebon, Dr Ir H Dicky Saromi MSc menyebut jika pembangunan di wilayah perbatasan harus jadi prioritas dari mulai infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan perekonomiannya.

Hal tersebut disampaikan Dicky saat berkunjung ke wilayah Kecamatan Pasaleman, tepatnya di Desa Tonjong, Rabu (15/5).

Dalam kunjungan tersebut, Dicky tak sendiri. Dia didampingi sejumlah pejabat Pemkab Cirebon, Muspika Pasaleman dan sejumlah anggota Pokdarwis Desa Tonjong.

“Hari ini saya datang langsung melihat kondisi di wilayah perbatasan Jabar-Jateng dan Kabupaten Cirebon-Kabupaten Brebes.

Ini akan saya sampaikan ke dinas terkait, baik di Kabupaten Cirebon maupun yang ada di Provinsi, agar wilayah perbatasan ini harus jadi prioritas,” ujarnya.

Menurutnya, perlu kiranya agar wilayah seperti Desa Tonjong ini mendapatkan support khusus, karena selain sebagai desa yang berbatasan dengan kabupaten lain, juga sebagai desa yang berbatasan langsung dengan provinsi lain.

“Ini kan perlu dibuat tugu selamat datang. Di sisi Jateng sudah dibangun oleh Kabupaten Brebes, tinggal di sisi Cirebon yang harus dibangun sebagai penanda. Bahkan kalau bias, nanti dari provinsi karena ini salah satu pintu ke Jawa Barat juga,” imbuhnya.

Selain membahas infrastruktur, kunjungan bupati ke Pasaleman juga sekaligus melihat potensi wisata yang sampai saat ini belum tergali secara maksimal.

Di Desa Tonjong, Pj Bupati bersama Perhutani melihat lokasi yang rencananya sedang dikembangkan untuk agrowisata pepaya California. Dengan luas lahan sekitar 200 hektar, agrowisata di Pasaleman tersebut bakal menjadi salah satu agrowisata terbesar di Jawa Barat.

“Ini harus dikembangkan serius. Tentu dengan support penuh dari pemerintah. Ke depan, wilayah ini bisa menjadi salah satu wisata andalan Kabupaten Cirebon.

Jika sudah jadi tujuan, maka otomatis sektor-sektor lainnya seperti ekonomi, pendidikan dan lain-lain juga akan mengikuti,” bebernya.

Sementara itu, Camat Pasaleman R Udin Khaenudin didampingi Sekmat Pasalaman, Dangi menuturkan, untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Pasaleman, pengembangan wilayah tersebut akan diarahkan ke rancangan wisata berbasis masyarakat. Hal ini merujuk pada potensi yang ada. Yakni wisata yang berpeluang dikembangkan adalah agrowisata.

“Ada hamparan sekitar 200 hektar tanaman pepaya bertumpang sari dengan tanaman kayu putih dengan kontur berbukit akan menjadi daya tarik wisata. Ini satu potensi yang ada. Belum lagi dengan potensi lainnya,” ungkapnya.

Ada yang menarik selama kunjungan rombongan Pj Bupati ke Pasaleman, jalan mulus yang dilewati bupati sangat berbeda ketika rombongan memulai perjalanan menuju Desa Tonjong.

Meskipun sebagian akses jalan sudah dibeton, namun masih banyak akses jalan menuju wilayah perbatasan Desa Tonjong dengan Jawa Tengah dimulai dari titik Desa Tanjung Anom sampai ke Tonjong.

“Bupati harus bisa merasakan sendiri kondisi jalan yang ada. Jalan inilah yang setiap hari dilintasi masyarakat. Betapa menderitanya masyarakat yang harus melalui jalan yang kondisinya jauh dari layak.

Apalagi yang menju arah perbatasan Desa Tonjong-Jateng sebelum jembatan Cibening. Padahal, di sisi Kabupaten Brebes jalannya begitu bagus.

Ini tidak bisa dipungkiri jika saat ini wacana pengembangan wilayah perbatasan sebagai prioritas belum terlaksana,” ungkap aktivis Cirebon Timur, Rizky Pratama saat ditemui Radar Cirebon(dri)