PKL di Selter Jl Cipto Minta Bantuan Promosi

Siti Khodijah di lapak Selter Jl Cipto Mangunkusumo. Pedagang di selter minta bantuan promosi kepada pemerintah. FOTO:KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
Siti Khodijah di lapak Selter Jl Cipto Mangunkusumo. Pedagang di selter minta bantuan promosi kepada pemerintah.FOTO:KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON

CIREBON-Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati Selter Jl Cipto Mangunkusumo berharap pemerintah membantu dari sisi promosi. Bantuan sarana dan prasarana juga perlu diimbangi dengan komitmen untuk meramaikan area relokasi.

“Kami sudah masuk ke sini. Harusnya ada promosi,” ujar salah seorang pedagang di Selter Cipto, Siti Khodijah kepada Radar Cirebon.

Beberapa pedagang sesungguhnya sudah terbiasa menggunakan beberapa aplikasi. Tetapi masih banyak juga yang belum familiar. Keberadaan layanan antar makanan juga diharapkan bisa membantu omzet pedagang yang sudah masuk di selter.

Pedagang Docang dan Nasi Lengko itu memang baru beberapa hari menempati lapak yang disediakan oleh pemerintah tersebut. tepatnya sejak hari jumat, (8/2) lalu. Diakuinya, selama berdagang di Selter Cipto, penghasilan yang di dapatkan jauh dari biasanya. “Semoga besok-besok lebih ramai,” ucapnya.

Sama seperti pedagang lainya, dirinya juga mengaku sempat enggan untuk menempati selter. Khawatir pendapatanya menurun. Namun karena sadar kegiatanya berjualan di Jalan Cipto Mangunkusumo melanggar aturan, dengan berat hati dia harus meninggalkan lapaknya.

Dia juga mengaku memiliki pelanggan setia yang tetap akan membeli meski sudah tidak berjualan di troatoar lagi. “Memang kalau di sini kelihatanya sepi. Tapi alhamdulillah pelanggan pelanggan ibu masih datang,” tuturnya.

Setiap pukul 06.00, Siti sudah membuka lapaknya. Docang dan Nasi Lengko memang makanan yang biasa dicari untuk menu sarapan. Sejak pagi pelangganya sudang datang. Selain pelanggan yang datang ke lapaknya, menurutnya banyak juga pelanggan yang memesan lewat aplikasi kurir antar jemput makanan seperti Go Food dan Grab Food. Dirinya mengaku terbantu dengan adanya aplikasi tersebut.

Sementara itu, pedagang lainya, Apong baru meninjau lapak di Selter Cipto. Pedagang yang sebelumnya berjualan di Tenda Biru Jl Sudarsono juga mengaku baru menjajaki dan berinteraksi dengan penghuni selter dengan pedagang lainyna.

Dia mengaku baru akan berjualan, Selasa (12/2) saat akan diadakanya Grand Launching Selter Cipto. Beberapa barang daganganya pun sudah ditata di lemari etalase. Berbeda dengan Siti, Apong tidak mempunyai pelanggan tetap. Dia juga mengaku belum pernah menerima pesanan dari aplikasi antar jemput makanan. Sehingga dia harus memulainya dari nol lagi.

Dia berharap, pemerintah mau membantu mempromosikan produk produk kuliner penghuni selter. Selain itu, pedagang juga perlu mendapatkan pembinaan dan pemberdayaan. “Kami kan nggak ngerti promosi itu gimana. Ya tolong lah pemerintah bantu,” katanya. (awr)