PLN Siapkan Dokumen Lelang, Konstruksi PLTU 2 Dimulai Tahun 2019

Puluhan wartawan Bandung dan Indramayu diajak UIP JBT 1 melihat fasilitas produksi listrik PLTU Indramayu, Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, pada acara ghatering media belum lama ini.FOTO:KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Proyek Pembangkit Tenaga Uap (PLTU) 2 Indramayu akan menjadi contoh bahwa batubara memiliki peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan energi. Dengan teknologi ultra super critical, mesin pembangkit akan lebih efisien dalam menggunakan bahan bakar. Tapi daya yang dihasilkan lebih maksimal.

Dalam keterangan resminya, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) menjelaskan PLTU 2 Indramayu merupakan salah satu program infrastruktur ketenagalistrikan yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional. Proyek pembangkit listrik berkapasitas 2 X 1.000 Mega Watt tersebut mendapatkan sokongan dana dari Japan International Corporation Agency (JICA).

Untuk pembangunan kontruksi PLTU 2 direncanakan dimulai tahun 2019 nanti. Saat ini disiapkan bidding document oleh PLN pusat untuk ditenderkan. Sementara proses pembangunan konstruksinya membutuhkan durasi waktu selama 60 bulan. Sehingga tahun 2024 diharapkan PLTU 2 dapat beroperasi.

Sesuai rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2017-2026, bauran energi batubara pada 2025 ditargetkan sebesar 50 persen dari total energi primer. Untuk gas ditargetkan sebesar 26 persen dan BBM kurang dari 0,5 persen. Sementara untuk energi terbarukan (EBT) sebesar 22,5 persen.

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 6 -7 persen setahun, setidaknya 7.000 MW pembangkit perlu dibangun PLN setiap tahunnya. Sehingga keberadaan PLTU 2 Indramayu yang mempunyai kapasitas 2 X 1.000 MW ini sangat vital bagi perekonomian nasional, khususnya untuk mendukung sistem ketenagalistrikan di Pulau Jawa dan diharapkan dapat berdampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Deputi Manajer Hukum dan Komunikasi, PT PLN (Persero) UIP JBT 1, Efrizon, menambahkan, sebagai antisipasi berbagai permasalahan sosial yang muncul akibat pembangunan PLTU 2 Indramayu, PLN telah melakukan berbagai upaya preventif, di antaranya pelibatan tenaga kerja lokal dalam konstruksi maupun pemberian bantuan Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurutnya, untuk CSR, PLN sejak tahun 2016, telah meluncurkan berbagai bantuan program untuk masyarakat di sekitar lokasi yang akan dibangun PLTU 2 Indramayu. Bantuan CSR sebesar Rp1,1 miliar pada tahun 2016, digelontorkan untuk bantuan pemberian mobil siaga, perbaikan saluran irigasi, rumah pompa, alat tangkap ikan jaring untuk nelayan, bantuan hand traktor untuk petani, perbaikan sarana ibadah, peralatan sekolah dan pelatihan pengelasan.

“Sedangkan untuk tahun 2017 ini, PLN juga menyalurkan bantuan CSR sebesar Rp1,25 miliar. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk pemeriksaan kesehatan gratis, penanaman pohon, perbaikan sarana ibadah, pelatihan pengelasan lanjutan, bantuan sarana pendidikan dan peralatan pos yandu, serta bantuan pelatihan pembuatan maknan untuk oleh oleh,” paparnya. (kom)