Plt Bupati Cirebon Pesan Siomay di Warung Pinggir Jalan, Ingin Pedagang Kecil Berkembang

DENY HAMDANI, Sumber

ilmi-kebersamaan bupati dengan masyarakat (10)
MAKANAN PINGGIR JALAN: Plt Bupati Cirebon, Drs H Imron Rosyadi MAg menikmati santap siang di sebuah warung di pinggir jalan, usai salat Jumat di Masjid Agung Sumber, kemarin (30/8).FOTO: ILMI YANFA UNNAS/RADAR CIREBON

Banyak pejabat yang meninggalkan kebiasaan untuk makan di pinggir jalan. Namun berbeda dengan Drs H Imron Rosyadi MAg. Pria yang saat ini menjabat Plt Bupati Cirebon itu, tidak sungkan menikmati makanan di tempat kebiasaan masyarakat umum itu.

ADA pemandangan menarik di sebuah warung yang berada dekat di sekitar Masjid Agung Sumber, Jumat (30/8) kemarin. Plt Bupati Cirebon, Drs H Imron Rosyadi MAg terlihat begitu lahap menyantap makanan siomay telur usai melaksanakan salat Jumat.

Tanpa pengawalan tim pengamanan bupati, mantan kepala Kemenag Kabupaten Cirebon itu, berbaur dengan masyarakat yang sama-sama menikmati makanan dan minuman siang di tengah terik matahari siang kemarin (30/8).

Di sela-sela nongkrong itu, Imron pun tak lupa menyapa warga dan menawarkan makan yang ingin bersalaman dan berfoto bersama. Kepada Radar Cirebon, pria berkacamata ini mengaku, tidak ada yang luar biasa dari aksinya itu. Karena, selama ini dia kerap makan di pinggir jalan.

“Saya sudah terbiasa makan di pinggir jalan. Dulu waktu saya di Kemenag, saya selalu makan di pinggir jalan. Jadi makan sekarang di pinggir jalan bagi saya sudah biasa,” ujarnya.

Imron mengungkapkan, dirinya merasa lebih nyaman makan di sebuah warung pinggir jalan, dibanding harus di sebuah rumah makan mewah layaknya seorang bupati pada umumnya. “Kalau warung di pinggir jalan lebih santai, enak dan juga bisa bebas. Terus juga makanannya lebih enak, sesuai selera saya,” tuturnya.

Meskipun sebagai Plt Bupati, Imron merasa tidak risih dan tidak malu. “Ngapai isin (kenapa malu? red). Bupati kan hanya amanah dari rakyat. Ya kita harus dekat dengan rakyat. Harus bisa tahu keinginan rakyat. Misalkan sekarang makan di warung, kita tahu keluhan masyarakat apa. Penjual siomay keluhannnya apa,” bebernya.

Di sela-sela menikmati santap siang, tidak sedikit warga yang meminta berfoto bersama dengan dirinya. “Iya akeh kang jaluk foto bareng ya (iya banyak yang minta foto bersama, red),” ucapnya sambil tersenyum.

Imron menginginkan, ekonomi kerakyatan seperti pedagang kecil, maju dan berkembang di masa-masa mendatang. Itu pula yang menjadi salah satu prioritas dirinya lima tahun mendatang.

“Iya kita ingin agar pedagang kecil seperti ini bisa berkembang. Karena bagaimanapun, ekonomi kerakyatan bisa menjadi motor penggerak ekonomi di Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (*)

 

Berita Terkait