Plt Bupati Tak Bisa Beri Kepastian, Dua Jam Bahas Rencana TPAS Pasaleman

ilmi-penolakan warga pasaleman soal TPAS (1)
DEADLOCK: Forum Masyarakat Pasaleman Peduli Lingkungan (FMPPL) diterima Plt Bupati Imron Rosadi Kamis (22/8) di kantor dinas membahas rencana pembangunan TPAS Pasaleman. FOTO: Ilmi Yanfa Unnas/ Radar Cirebon

CIREBON-Dua jam pertemuan antara Forum Masyarakat Pasaleman Peduli Lingkungan (FMPPL) dengan Pemkab Cirebon Kamis (22/8) di kantor dinas Bupati Cirebon terkait rencana pembangunan TPAS Pasaleman berakhir buntu tanpa solusi.

Warga yang datang sejak pagi mengharapkan adanya ketegasan dari Plt Bupati Cirebon untuk membatalkan rencana tersebut harus gigit jari. Warga kecewa karena hingga akhir pertemuan tidak ada kepastian yang diberikan oleh Pemkab Cirebon yang akan memenuhi tuntutan warga Pasaleman.

Salah satu perwakilan warga, H Mulyadi kepada Radar Cirebon menuturkan bahwa pertemuan tersebut deadlock tanpa keputusan pasti, terkait rencana pembangunan TPAS di Pasaleman. Padahal warga datang ke kantor dinas bupati atas permintaan Plt Bupati Imron Rosadi langsung.

“Misi kita ke sini sama dengan misi sebelumnya. Kita menolak rencana pembangunan untuk saat ini dengan alasan apapun. Ini sekaligus penegasan, makanya kita datang ke sini karena kami diundang oleh Pak Plt Bupati untuk membicarakan soal TPAS. Tapi sampai selesai dua jam tanpa keputusan, tentu kami kecewa,” ujarnya.

Menurut Mulyadi, warga kecewa karena diskusi yang justru diminta oleh Plt Bupati malah tidak menghasilkan keputusan apapun, dan tidak menjawab kegelisahan warga Pasaleman terkait rencana pembangunan TPAS.

“Kalau kecewa sudah tentu, harapannya kita ke kantor dinas bupati itu dapat kepastian. Ini batal atau bagaimana? Tapi tidak ada jawaban yang pasti. Tidak apa-apa namanya juga perjuangan, yang terpenting saat ini Pemkab Cirebon tahu jika penolakan itu ada dan tidak main-main,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Pasaleman Peduli Lingkungan (FMPPL), Nono Kardono kepada Radar Cirebon menuturkan, saat ini sudah ada beberapa desa yang melakukan musyawarah desa (musdes) dan sepakat menolak rencana pembangunan TPAS.

“Sudah ada beberapa desa yang melaksanakan musdes. Seperti Pasaleman, Cigobang, Cilengkrang yang sudah melakukan musyawarah desa. Di mana hasil dari forum tertinggi di tingkat desa tersebut yakni masyarakat menolak rencana pemerintah untuk membangun TPAS di Pasaleman,” beber Nono.

Dijelaskannya, penolakan tersebut akan tetap dilakukan sampai dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon mengurungkan niatnya untuk membangun TPAS di wilayah Kecamatan Pasaleman.

“Penolakan ini tidak bisa ditawar, tidak bisa dilarang dan akan terus disuarakan. Tidak boleh ada diwilayah kami lokasi TPAS,”ungkapnya. (dri/den)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait