PMI Angkat Permainan Tradisional

sam - PMI (1)
HUT PMI: PMI Kabupaten Cirebon menggelar festival olahraga tradisonal yang hampir punah, kemarin (15/9).FOTO: SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON

CIREBON-Nasib olahraga tradisional makin terpinggirkan. Jarang dimainkan. Bahkan mulai ditinggalkan. Perkembangan teknologi yang pesat, menjadi salah satu faktor penyebab permainan tradisional tak lagi menjadi permainan favorit generasi milineal.

Selain Formi, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon mencoba menghidupkan kembali olahraga tradisional. Salah satunya menggelar Festival Lomba Olahraga Tradiisonal tingkat madya (SMP) dan wira (SMA).

Kemarin (15/9), ratusan pelajar dari 74 sekolah di Kabupaten Cirebon mengikuti festival olahraga tradisional. Ketua PMI Kabupaten Cirebon Hj Rd Sri Heviyana mengatakan, festival olahraga tradisional itu dalam rangka HUT ke-74 PMI diikuti 20 madya atau setingkat dengan SMP dan 54 wira setingkat dengan SMA.

Selain perwakilan PMR, struktural UTD dan Markas PMI pun ikut mengikuti festival olahraga tradisional tersebut. “Perlombaanya ialah lomba egrang, lomba bakiak, lomba dagongan dan lomba lukis,” ujar Heviyana, didampingi Kepala Markas PMI Kabupaten Cirebon Aris Sugema SKM.

Menurutnya, olahraga tradisonal tersebut dibutuhkan kebersamaan dan kekompakan anak-anak saat memainkannya. Sebab, permainan generasi sekarang lebih bersifat individu.

“Permainan tradisional bisa menjadikan anak lebih kreatif dan bekerja sama untuk menang. Karena itu, olahraga tersebut harus kembali dibangkitkan,” terangnya.

Selain itu, kata Heviyana, pihaknya juga mengajak kepada semua peserta yang mengikuti lomba pada hari ini, tanggal 17 September besok dapat menghadiri kegiatan apel bersama. “Tempatnya sama di Gedung PMI. Dan insya Allah yang jadi pembina apelnya Pak Plt Bupati Cirebon,” ungkapnya.

Ditambahkan Heviyana, juara festival olahraga tradisional ini akan dibawa ke ajang Jumbara di Kabupaten Sukabumi bulan Oktober mendatang. (sam)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait