Polisi Jamin Keamanan Siswa Asal Papua di Indramayu

Mahasiswa Papua
MENGAYOMI : Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki beserta jajarannya, mengajak makan bersama para siswa dan mahasiswa asal Papua, Kamis (12/9). FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Siswa asal Papua yang tengah menempuh pendidikan di Indramayu merasa tenang. Pasalnya, Polres Indramayu menjamin keamanan dan keselamatan mereka.

Bahkan setiap siswa akan dibimbing dan didampingi seorang anggota kepolisian. Para siswa pun mengaku merasa aman dan nyaman tinggal di Indramayu.

Kapolres Indramayu AKBP Yoris MY Marzuki SIK mengatakan, ada sembilan siswa dan mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Indramayu. Sejauh ini kondisi mereka aman dan sehat. Mereka da yang sekolah di Al Islah dan kuliah di Akamigas Balongan. “Kondisi mereka aman dan baik-baik saja,” ungkap Yoris.

Dia mengatakan, siswa dan mahasiswa Papua merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan dari NKRI. Polisi pun siap mengawal kesembilan mahasiswa tersebut.

Saat ini, Yoris telah memerintahkan anggotanya untuk mendampingi setiap mahasiswa tersebut. Tujuannya supaya mereka bisa berkonsultasi dan menyampaikan informasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan. “Satu mahasiswa akan dibimbing satu anggota,” ungkapnya.

Salah seorang mahasiswa asal Papua, Salijah Djonler mengatakan, dirinya merasa aman dan nyaman selama tinggal di Indramayu. Sejauh ini tak ada ancaman apapun terhadap dirinya pasca kerusuhan di Papua.

Kondisi keamanan mendukung dirinya dalam mencari ilmu. “Saya sudah empat tahun tinggal di sini, dan baik-baik saja,” tuturnya.

Salijah mengaku, dirinya menempuh pendidikan agama di Pesantren Al Islah Indramayu. Pasca lulus nanti ia ingin menularkan ilmunya kepada warga di desanya.

“Saya juga bercita-cita jadi polisi,” katanya pria asal Merauke tersebut. Sarijah menambahkan, dirinya tetap ingin Negara Kesatuan Republik Indonesia tak terpecah belah. “Kami semua saudara,” ungkapnya.

Ia pun mengaku senang dibimbing oleh anggota polisi. Sebab dirinya bisa berkonsultasi dalam berbagai hal yang menyangkut pendidikan ataupun hal lainnya. Ia juga berharap ke depan kedamaian akan terus tercipta di Papua.

Mahasiswa lainnya Ajima menuturkan, dirinya betah tinggal di Indramayu. Bahkan sedikit-sedikit ia sudah bisa berbicara bahasa Indramayu.

“Kalau nanti sudah pulang saya ingin membangun pesantren di tempat kelahiran saya. Semoga saja bisa tercapai,” ungkap dia. Dia pun mendukung penuh agar tercipta perdamaian di Provinsi Papua. (oet)

Berita Terkait