Polres Kuningan Sosialisasikan Pembentukan Satgas Pangan

Kapolres AKBP Yuldi Yusman didampingi Waka Polres Kompol Nanang Suhendar Foto bersama usai menyosialisasikan keberadaan Satgas Pangan.FOTO:AGUS PANTHER/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN–Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman bersama Wakil Bupati Dede Sembada melakukan sosialisasi terkait Satgas Pangan Kabupaten Kuningan di Aula Janaruraga Polres Kuningan, Rabu (13/12). Sosialisasi itu dihadiri pula Wakapolres bersama para Kasat, pimpinan SKPD terkait, Bulog, serta para pelaku usaha se-Kabupaten Kuningan.

Kapolres AKBP Yuldi Yusman mengatakan, Satgas Pangan ini akan terus melakukan pengecekan dan pemantauan harga pangan di pasaran. “Kita sudah membentuk tim Satgas Pangan terpadu Kabupaten Kuningan. Yang mana leading sektornya adalah Polres Kuningan, kemudian melibatkan beberapa dinas terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Bulog, dan Dinas Ketahanan Pangan,” papar Kapolres Yuldi saat memberikan keterangan persnya.

Selain dinas terkait, menurut dia, diundang juga seluruh asosiasi serta para pelaku usaha seperti toko-toko modern di Kabupaten Kuningan. Hal ini jelas, untuk memberikan gambaran kepada para pelaku usaha serta memberikan informasi dan pemahaman, jangan ada lagi kenaikan harga yang drastis dan signifikan dalam rangka natal dan Tahun Baru 2018.

“Sudahlah harga tetap sama seperti hari-hari biasanya. Karena apa, tidak ada alasan bagi mereka (pelaku usaha, red) untuk menaikan harga itu. Kita sudah mengecek seluruh stok pangan yang ada di Kuningan, semuanya dalam keadaan surplus, tidak ada defisit, termasuk elpiji 3 kilogram yang katanya langka. Sudah kita cek ternyata semuanya over stok, karena sudah ada penambahan 500 persen, akumulasinya 500 persen untuk bulan ini saja dan itu per hari,” tandas Kapolres.

Berbekal data yang dimiliki Polres Kuningan, lanjut dia, jadi tidak ada lagi alasan kelangkaan gas 3 kilogram di Kabupaten Kuningan. Bahkan, jika ada temuan penimbunan barang bagi kebutuhan masyarakat, akan dilakukan tindakan tegas. “Akan kami tindak tegas, ada sekian banyak peraturan undang-undang yang harus dipatuhi oleh pelaku usaha, dan jika mereka melanggar akan dilakukan penindakan tegas. Bahkan jika ada yang menaikkan harga sepihak di luar ketentuan aturan, maka akan berhadapan dengan kita tim Satgas Pangan,” ujarnya.

Ketika ditanya soal ada keterlibatan unsur TNI dalam Satgas ini, Kapolres Yuldi mengaku, bahwa terhadap unsur TNI pun sudah melakukan ajakan untuk bersama-sama dalam Satgas Pangan ini. “Untuk di Satgas Pangan tidak ada TNI-nya, tapi kita tetap mengajak mereka (TNI, red) untuk di lapangan. Kita kalau di lapangan tetap bersinergis,” ujarnya.

Sementara Wakil Bupati Dede Sembada mengatakan, dibentuknya Satgas Pangan ini diharapkan bisa lebih memonitor harga pangan di lapangan, serta bisa menindak kecurangan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab apabila melakukan penimbunan-penimbunan barang kebutuhan masyarakat.

“Satgas ini sekaligus membantu pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat dan mengayomi, melindungi seluruh warga Kabupaten Kuningan. Sebab, pangan merupakan kebutuhan yang mendasar bagi manusia. Oleh sebab itu, tuntutan pemenuhan pangan merupakan pemenuhan hak asasi setiap individu,” jelasnya.

Selaku wakil bupati, dirinya mengharapkan, pasokan pangan yang akan diberikan kepada warga masyarakat, mata rantai distribusinya lancar. Sebab, hal itu agar tidak terjadi kendala di lapangan sehingga menimbulkan kelangkaan barang kebutuhan pangan bagi warga masyarakat Kuningan. (ags)