Polsek Arjawinangun Pasang Barrier Permanen, Imbau Warga Lokal Tak Lawan Arus

Langkah Polisi Sambut Arus Mudik di Jalur Pantura Kabupaten Cirebon

Polisi mulai memasang barrier permanen di sepanjang jalur by pass Arjawinangun. FOTO:CECEP NACEPI/RADAR CIREBON

CIREBON-Musim Mudik 2019 kian dekat. Kemarin, Unit Lantas Polsek Arjawinangun mulai memasang barrier (penghalang) permanen di u-turn (putaran arah) di jalur by pass Arjawinangun. Terutama di dekat Pasar Sandang Tegalgubug.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan saat arus mudik. Barrier permanen yang sebelumnya sudah disimpan samping Pos Lantas Pasar Tegalgubug, diangkut dan dipasang ke setiap u-turn di jalur by pass Arjawinangun.

Kapolsek Arjawinangun AKP Sukhemi melalui Kanit Lantas Iptu Suheryana mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sekitar 70 barrier beton untuk dipasang permanen di u-trun yang berpotensi menghambat perjalanan pemudik.

“Ada 8 titik u-turn panjang yang kita pasang barrier beton. Mulai di SPBU Kebonturi, di dekat RSUD Arjawinangun, lampu merah Jungjang, Mejasri, depan rumah makan Padang, Gotrok, dan dekat Pasar Tegalgubug. Sementara ini yang dipasang baru barrier permanen saja. Tapi, barrier plastik, tolo-tolo, dan bambu juga sudah kita siapkan yang nanti akan kita pasang pada H-7 lebaran,” katanya.

Iptu Suheryana juga mengimbau pengendara yang merupakan warga di jalur arus mudik agar tidak melawan arus. “Selain membahayakan diri sendiri, juga berpotensi menghambat perjalanan pengendara lain. Kepada sopir, juga kami minta jangan parkir sembarangan di bahu jalan. Kalau masih banyak yang melanggar, akan kita tindak tegas,” tandas Suheryana.

Sebelumnya, Polres Cirebon dan Sat Binmas Polda Jabar juga sudah memantau langsung potensi kemacetan di Pasar Sandang Tegalgubug. Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala Pasar Tegalgubug untuk mengimbau padagang yang berjualan di sisi jalan agar masuk ke pasar saat arus mudik.

“Berdasarkan analisa dan evaluasi, diprediksi terjadi kemacetan di titik pasar tumpah. Salah satunya adalah Pasar Tegalgubug. Kita sudah koordinasi dengan kepala pasar agar pada H-7 sudah clear. Pedagang yang berjualan di bahu jalan akan ditarik masuk ke dalam pasar. Begitu pula dengan tukang becak untuk tidak mangkal di depan pasar,” kata kapolres.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemda untuk memberikan kompensasi kepada para tukang becak yang beroperasi di depan pasar. “Dan untuk u-turn (jalur putar kendaraan) di depan Pasar Tegalgubug juga akan ditutup semua. Supaya tidak terjadi perputaran kendaraan yang mengakibatkan kemacetan saat arus mudik,” tegas Suhermanto.

Sementara itu, Kepala Pasar Sandang Tegalgubug, Khoeron, membenarkan adanya kesepakatan dengan pihak kepolisian. Pihaknya sudah mensosialisasikan hasil kesepakatan tersebut. “Pedagang yang menempati bahu jalan sepanjang sekitar 1 Km berjumlah sekitar 500. Nanti akan kita sosialisasikan masuk ke dalam. Kalau total los dan kios di Tegalgubug sekitar 5.000. Dan pedagangnya berjumlah sekitar 10.000-an. Yang menempati bahu jalan sekitar 500. Kami siap untuk tidak jualan di sisi jalan agar arus mudik lancar,” ujarnya. (cep)