Polsek Jatitujuh Rawat Anak Telantar 

NYASAR: Bocah tersesat yang telantar di pinggir jalan Jatitujuh-Jatibarang, diamankan di rumah dinas Polsek Jatitujuh.FOTO: ISTIMEWA/RADAR MAJALENGKA

MAJALENGKA – Warga Desa Jatitujuh Kecamatan Jatitujuh dikagetkan penemuan bocah telantar di pinggir jalan raya Jatitujuh-Jatibarang, Senin petang (5/9). Bocah malang tersebut diduga nyasar saat mencari jalan pulang ketika bermain sepeda hingga ke luar lingkungan kediaman orang tuanya.

Menurut keterangan warga sekitar, Cecep, bocah malang itu ditemukan sedang menangis di pinggir jalan menjelang maghrib. Saat warga menanyakan kemana pulangnya, anak tersebut sulit diajak berkomunikasi. Saat ditemukan bocah itu membawa sepeda mini. Melihat kondisinya yang masih bersih, warga awalnya menduga asal bocah itu tidak jauh dari titik penemuan.

Akibat sult untuk diajak berkomunikasi, warga memutuskan untuk melaporkan peristiwa itu ke Polsek Jatitujuh serta berkomunikasi dengan tokoh masyarakat di desa tetangga untuk mencari warga yang merasa kehilangan anak. Diperkirakan bocah malang yang hingga kini belum bisa menyebutkan nama dan asalnya itu berusia antara delapan hingga sepuluh tahunan.

“Ditanya nama dan asalnya tapi omongannya kaya yang sulit dimengerti. Orang di desa sini juga nggak ada yang kenal sama anak itu. Jadi kita laporkan saja ke Polsek, siapa tahu bisa ketemu orang tuanya,” ujar Cecep0.

Kapolsek Jatitujuh AKP Asep SP menjelaskan, dari hasil penyelidikan bocah tersebut diduga belum lama meninggalkan rumah. Itu terlihat dari pakaiannya yang masih bersih serta badannya juga belum terlalu dekil. Artinya daerah asal bocah yang sulit diajak komunikasi itu masih di sekitar wilayah Majalengka atau dari wilayah tetangga.

“Saya imbau kepada warga yang merasa kehilangan anak atau anggota keluarga degan ciri-ciri seperti yang ada di kami segera koordinasi. Kasihan anak ini telantar, diajak berkomunikasi pun susah,” sebutnya.

Untuk sementara bocah malang itu tinggal di rumah dinas Polsek dan dirawat polwan, agar kondisi psikologisnya nyaman sambil menunggu orang tua atau keluarganya menjemput.

Namun hingga Selasa siang belum ada satupun warga yang mengaku sebagai orang tua dari bocah ini. Jika dalam beberapa hari kedepan belum juga ada yang mengaku sebagai orang tuanya, pihaknya akan berkoordinasi degan Dinas Sosial supaya bocah ini bisa dititipkan di panti asuhan agar mendapat perawatan yang lebih ekstra dan bermain dengan teman sebayanya. (azs)