Priben Jeh, Kerusakan Merata, Jalan Beton Juga Rusak

Pengendara menghindari kerusakan jalan di tikungan Gunungsari, belum lama ini. Meski seringkali tergenang, kerusakan tak kunjung dilakukan perbaikan. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON–Kerusakan jalan di Kota Cirebon merata. Penyebabnya ialah aspal yang tergerus oleh air hujan. Dari Data Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR), sedikitnya terdapat 242 lubang di seluruh ruas jalan. Itu termasuk jalan beton di ruas Katiasa-Angkasa dan Penggung Raya.

Dari pantauan Radar Cirebon, kerusakan cukup parah terlihat di Jalan Ciremai Raya, terutama di depan pertokoan Citraland, perempatan Permata Harjamukti dan sekitarnya. Di kawasan ini, kerusakan tak kunjung diperbaiki selama setahun lebih.

Bahkan warga sekitar dan para pengguna jalan kesal akibat kerusakan jalan yang makin parah ini. Kerusakan jalan ini diperparah lagi saat musim hujan, genangan air di jalan yang rusak tidak terlihat. Ini yang menyebabkan sering terjadinya kecelakaan, terutama pengendara motor.

Warga Permata Harjamukti Utara Muhammad Jaedi (50) mengatakan, banyak bagian Jalan Ciremai Raya yang aspalnya mengelupas, berlubang dan amblas. Kerusakan paling parah berada di depan Ruko Citraland. “Di situ (depan Citraland) ada lubang yang dalam. Sudah dikasih tanda tapi seadanya,” tuturnya kepada Radar Cirebon.

Warga setempat kesal, karena tidak ada perhatian dari pihak yang berwenang untuk memperbaikinya. Berulangkali dia melihat kecelakaan motor akibat menerjang lubang itu, terutama malam hari. Sebenarnya mobil pun mengalami hal serupa, tapi hanya kerusakan bumper-nya saja.  “Pernah ada penambalan, tapi satu dua lubang saja. Selebihnya dibiarkan,” ucapnya.

Iyan Arif (35) warga Permata Hijau juga mengeluhkan jalan di depan perumahannya rusak parah. Mulai dari perempatan diler motor sampai Perumahan Permata Harjamukti. Kendaraan roda empat harus merambat pelan untuk melintas. Bahkan tak jarang pengendara motor yang terperosok lantaran adanya kubangan air.

Padahal menurutnya, Jalan Ciremai raya merupakan urat nadi lalu lintas. Banyak perumahan dengan ribuan warga yang tiap hari beraktivitas atau bekerja melewati jalan itu. “Nggak tau mau sampai kapan dibiarin gini,” katanya.

Masalah kerusakan jalan juga sudah disampaikan dalam forum resmi. Termasuk reses anggota DPRD. Bahkan saat kampanye calon legislatif, sering dikeluhkan warga. Tapi belum ada kejelasan dari tindak lanjut tersebut.

Dari survei yang dilakukan Bidang Bina Marga, kerusakan jalan di Kota Cirebon ada di level 5-10. Dari total panjang ruas jalan, 10 persen diantaranya dalam keadaan rusak. Itu termasuk jalan protokol. Namun, ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam perbaikan.

Walikota Cirebon Drs H Nashrudin Azis SH juga menjanjikan untuk penambahan anggaran perbaikan jalan. Dia prihatin dengan minimnya anggaran pemeliharaan. Apalagi panjang jalan dan jenis kerusakan yang harus ditangani cukup kompleks. Misalnya perawatan jalan aspal yang sudah hot mix dan jalan beton yang perlakuannya berbeda.

Atas kondisi ini, Azis berencana menaikkan anggaran pemeliharaan. Dia khawatir  pemeliharaan yang terlambat bisa membuat kerusakan semakin meluas dan membutuhkan biaya perbaikan lebih besar. “Insya Allah nanti di anggaran yang baru akan kita tambah, supaya kerusakan jalan bisa segera diperbaiki. Jangan nunggu parah baru diperbaiki,” tegasnya.

Dari pantauan Radar Cirebon, beberapa ruas jalan seperti Jl Cipto Mangunkusumo, Jl Sudarsono, Jl Pangeran Drajat, Jl Ciremai Raya hingga Jl Katiasa mengalami kerusakan bervariasi. Anggaran pemeliharaan jalan sendiri hanya Rp75 juta setiap triwulan.  (gus)