Priben Jeh, Trotoar Kembali Jadi Lahan Parkir

Pengguna jalan berhimpitan di trotoar Jl Cipto Mangunkusumo. Akses pejalan kaki yang lebar, justru dimanfaatkan oknum untuk parkir kendaraan. FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
Pengguna jalan berhimpitan di trotoar Jl Cipto Mangunkusumo. Akses pejalan kaki yang lebar, justru dimanfaatkan oknum untuk parkir kendaraan.FOTO:OKRI RIYANA/RADAR CIREBON

CIREBON–Perbaikan trotoar jalan dan penertiban pedagang kaki lima (PKL), tidak menghilangkan kesemerawutan. Ruang untuk pejalan kaki di Jl Cipto Mangunkusumo, kini malah digunakan untuk parkir kendaraan roda dua.

Misalnya di trotoar dekat akses parkir motor Cirebon Super Block (CSB) Mall atau di samping BPK Penabur. Pejalan kaki disisakan ruang sedikit, karena ditempati sepeda motor dan becak. Kondisi ini ironis, mengingat trotoar di kawasan ini memang didesain lebar.

Salah satu pejalan kaki, Apriyanto (23) mengeluhkan kondisi ini. Trotoar yang semula sudah tertata baik, kini kembali semerawut. “Kalau jalan papasan, nggak bisa. Sudah diperbaiki jadi ya percuma juga kalau dipakai parkir,” tuturnya.

Pejalan kaki lainnya, Yono (37) juga mengaku kesulitan. Lebar trotoar yang tersisa hanya bisa dilalui satu orang saja. Kalau ada pejalan kaki yang berlawanan arah, mau tak mau harus ada yang mengalah. “Trotoarnya sudah bagus. Malah jadi parkir liar lagi,” sesalnya.

Menurutnya masyarakat harus bisa sadar dengan fungsi trotoar sendiri. Jangan sampai trotoar jalan yang dilebarkan itu justru seperti memberikan ‘fasilitas baru’ yang lain. Lagi-lagi kenyamanan pejalan kaki perlu menjadi pertimbangannya. “Area sini juga yang jalan kaki nggak sedikit. HJadi harusnya ini trotoarnya bisa kosong supaya lebih nyaman,” tambahnya.

Ia juga menyesalkan minimnya tindakan aparat atas pelanggaran jalur pedestrian. Padahal, Jl Cipto Mangunkusumo merupakan salah satu kawasan tertib lalu lintas (KTL). Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Atang Hasan Dahlan mengaku masih berupaya dengan sosialisasi. Meski penindakan juga kerap dilakukan sebagai shock therapy. “Di lapangan petugas kita juga mengarahkan,” katanya.

Namun dishub juga terkendala dalam penindakan. Terutama soal parkir liar. Sebab, Perda penyelenggaraan perhubungan belum disahkan. Dishub harus berkoordinasi dengan kepolisian dalam menindak pelanggaran, termasuk di ZOna KTL.  (myg)

Berita Terkait