Program Pengabdian Masyarakat FIB UI untuk Pesantren di Cirebon

Pengabdian masyarakat dari tim pengabdi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Foto: Chysanti Arumsari

Melalui bantuan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), tim pengabdian kepada masyarakat yang diketuai Harumi Manik Ayu Yamin, M. Hum. dari Program Studi Inggris FIB UI melaksanakan program“Pendampingan Pembelajaran Bahasa Inggris di Lingkungan Pesantren di Cirebon” yang dipusatkan di Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy (PPKJ), Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat.

Pendidikan pesantren tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia dan saat ini terdapat setidaknya 10.000 pesantren di Indonesia untuk anak usia sekolah tingkat dasar dan menengah (Srimulyani, 2007). Namun demikian, pemerintah pada umumnya tidak membiayai penyelenggaraan pesantren (Azra, Afrianty, & Hefner, 2007).

Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Babakan Ciwaringin (PPKJ) merupakan satu dari sedikit pesantren di Indonesia yang dipimpin oleh seorang perempuan dan bereputasi sebagai pioneer dalam pengembangan pendidikan pesantren yang ramah bagi siswi perempuan. Saat ini pesantren tersebut memiliki sekitar 1500 santri laki-laki dan perempuan, dengan kisaran usia 12 sampai 20 tahun yang berasal dari seluruh pelosok Indonesia.

Sebagai pesantren tradisional Islam yang menerapkan sistem pembelajaran semi-moderen, pesantren ini unik dan berperan penting bagi masyarakat sekitar, utamanya dalam kontribusi budaya dan pembelajaran berbasis nilai-nilai ajaran Islam. Penyelenggaraan pendidikan di PPKJ juga terkendala finansial dan sumber daya yang memadai, khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan Bahasa Inggris.

Program yang dijalankan membantu pesantren untuk memulai suatu tradisi belajar dan mengajar Bahasa Inggris bagi siswa dan guru. Pendidikan Bahasa Inggris sangat penting bagi siswa untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan mempersiapkan siswa untuk bersaing di era globalisasi.

Untuk memenuhi kebutuhan pesantren akan aktivitas belajar mengajar Bahasa Inggris, tim pengabdi masyarakat FIB UI merekrut mahasiswa FIB UI dan memberikan pelatihan kepada mereka dalam pengajaran Bahasa Inggris dasar berdasarkan tingkat kemahiran yang dibutuhkan untuk menjalankan program di pesantren dengan sasaran siswa SMP, SMA, dan guru.

Mahasiswa dibekali dengan berbagai keahlian yang meliputi mengajar tatabahasa dan kosakata, mengajar empat keterampilan berbahasa, memimpin kegiatan Bahasa Inggris ekstra kurikuler, mengembangkan bahan ajar, melakukan evaluasi kemajuan siswa, mengelola kelas, memberikan balikan, menggunakan buku ajar, mempersiapkan pengajaran, dan melakukan praktek mengajar.

Kegiatan pengajaran di PPKJ telah dilaksanakan oleh lima orang mahasiswa selama Bulan Juli, Agustus, September, dan Oktober 2018. Program ini direncanakan untuk dilaksanakan dalam jangka panjang, yaitu selama dua tahun.

Selama pelaksanaan, peserta belajar telah mencapai jumlah hampir 170 orang yang terdiri atas santri putra dan putri, juga guru. Pelaksanaan kelas formal diselingi dengan berbagai variasi pembelajaran antara lain permainan dalam Bahasa Inggris, dan bernyanyi. Selain itu, dilaksanakan pula kegiatan ekstrakurikuler klub Bahasa Inggris dan kelas percakapan yang melibatkan unsur seni, nilai-nilai Islam, dan kemahiran Bahasa Inggris.

Tujuannya, siswa menjadi familiar dengan penggunaan Bahasa Inggris sebagai perantara komunikasi dan dapat menstimulasi rasa ingin tahu untuk mempelajari bahasa dan budaya lain.

Para pengajar juga memotivasi siswa dan menekankan pentingnya belajar Bahasa Inggris untuk mencapai cita-cita dan bekal mendapatkan pekerjaan yang baik di masa depan. Sementara itu, proses monitoring dan evaluasi dari tim dosen pengabdi masyarakat FIB UI dilakukan melalui kunjungan pendampingan yang dilakukan oleh anggota tim, Sisilia Setiawati Halimi, Ph.D., dan Herlin Putri Indah Destari, M.A.

Pihak PPKJ, melalui ketua Pondok Kebon Jambu Putri, mengutarakan bahwa selama empat bulan pelaksanaan kegiatan, pesantren merasa terbantu dengan adanya tenaga pengajar dari UI. Sejak tujuh tahun terakhir, belum ada pengajar Bahasa Inggris dari luar yang datang mengajar di PPKJ. Sementara, kemahiran Bahasa Inggris sangat diperlukan untuk komunikasi karena pesantren sering kedatangan tamu dari luar negeri.

“Kita sering kedatangan tamu dari luar, Ibu (pemimpin pondok) pengen kita punya penerjemah sendiri. Ketika tamu bertanya tentang pondok, tentang Islam, harapannya santri bisa menjawab. Selain itu, kami juga pengen ketika ada acara-acara besar, kami bisa tampil”, tutur Nidha, ketua Pondok Kebon Jambu Putri.

Di sisi lain, Sarah, salah satu santri kelas XI PPKJ yang mengikuti kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris merasa senang dengan adanya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini. “Saya suka belajar sama kakak dari UI, soalnya bahasa Inggris bisa buat saya bisa keliling dunia nanti,” ujarnya. Tidak hanya Bahasa Inggris, para pengajar juga memberikan pengetahuan seputar perkuliahan di FIB UI.

Program ini juga memungkinkan siswa untuk lebih fokus belajar Bahasa Inggris. “Di sekolah ada guru bahasa Inggris juga, tapi ngajarnya banyakan, gak eksklusif. Lebih enak di sini”, tutur Sarah. Siswa lainnya juga merasakan adanya program ini membuat pembelajaran Bahasa Inggris menjadi menyenangkan karena pengajarnya supel dan menggunakan berbagai teknik pengajaran sehingga tidak membosankan.

Ruang belajar pun tidak selalu di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas sehingga memberikan suasana belajar yang bervariasi.

Para mahasiswa FIB UI yang mengajar di pesantren mengemukakan bahwa mereka senang mendapat kesempatan untuk berbagi ilmu dengan para santri yang beragam. Mereka menilai bahwa anak-anak di pesantren mempunyai semangat belajar yang tinggi, selalu antusias ketika belajar, bahkan sebagian mereka aktif bertanya seputar dunia kampus.

Salah satu pengajar, Nor Islafatun, mengutarakan banyak pengalaman yang berharga ketika menjadi relawan di pesantren. Salah satunya adalah menyaksikan para santri yang tetap datang belajar, meski mereka terlihat sudah sangat lelah dan mengantuk. Tak jarang, ada pula yang tertidur ketika proses belajar berlangsung.

“Iya, kadang ada satu-dua yang sampai ketiduran. Tapi bagi saya tidak masalah, proses belajar masih saya lanjutkan sebagaimana mestinya. Saya mengerti jadwal mereka yang sangat padat, mulai dari sekolah hingga mengaji”.

Pengajar lain, Sovia Nur Khalida, mengemukakan pentingnya memberikan motivasi kepada siswa dan memberikan pemahaman pentingnya belajar bahasa Inggris “kami terus memotivasi mereka untuk serius belajar bahasa Inggris karena penting untuk masa depan. Pelajaran juga diupayakan supaya semenyenangkan mungkin dengan selingan berbagai permainan dalam bahasa Inggris supaya mereka tetap bersemangat dan senang belajar,”

Program pendampingan pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan pesantren selama periode Juli – Oktober 2018 telah berhasil dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat FIB UI.

Keberhasilan ini mencakup pelaksanaan pelatihan pengajaran Bahasa Inggris yang intensif, perekrutan dan pendampingan mahasiswa pengajar, monitoring, dan implementasi bahan ajar dan program pengajaran di PPKJ.

Tantangan terbesar penyelenggaraan program ini adalah dalam keberlanjutan pengiriman pengajar untuk tinggal dan mengajar di PPKJ Cirebon selama dua tahun kedepan, yaitu 2019 dan 2020.

REFERENSI
Azra, A., Afrianty, D., & Hefner, R.W. (2007) in Hefner, R. W., & Zaman, M. Q. (Eds.). Schooling Islam: the culture and politics of modern Muslim education. Princeton University Press.
Srimulyani, E. (2007). Muslim Women and Education in Indonesia: The pondok pesantren experience. Asia Pacific Journal of Education. 27(1). 85-99.