Protes, Warga Tinumpuk Tanami Jalan Berlubang dengan Pohon

JALAN-DITANAMI-POHON,jpg
AKSI PROTES: Warga menanam pohon pisang dan pepaya di jalan berlubang milik kabupaten yang menghubungkan Desa Tinumpuk dengan Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Senin (20/5). FOTO: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Jalan kabupaten penghubung antar desa di Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, dalam kondisi rusak parah dan telah lama tidak diperbaiki. Warga melampiaskan kekesalannya itu dengan menanam pohon pisang dan pohon pepaya di sejumlah titik ruas jalan, Senin (20/5) malam.

Menurut Sibro Malisi (55), warga desa setempat, kerusakan terjadi sejak lebih dari 2 tahun terakhir. Poros jalan penghubung antar desa di Kecamatan Juntinyuat yang menghubungkan Desa Tinumpuk, Pondoh, Segeran Lor serta Segeran Kidul, itu mengalami kerusakan kurang lebih sepanjang 1,5 kilometer.

“Masuk ke Desa Tinumpuk kita sudah disuguhi dengan kondisi jalan yang rusak parah. Rasanya seperti sedang ber-offroad ria kalau melewati jalan ini,” ungkapnya.

Lubang-lubang berukuran hingga 4 x 2 meter menganga di sepanjang jalan. Dengan kedalaman mencapai 30 centimeter, lubang-lubang tersebut selalu mengintai pengguna jalan yang lengah. Hal ini sangat membahayakan pengendara yang melintas, terlebih dalam kondisi malam hari.

“Banyak kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak, bahkan sampai jatuh korban jiwa. Lebih-lebih saat jalanan tertutup genangan air hujan dan ditambah lagi tidak adanya penerangan jalan umum,” tuturnya.

Dia menambahkan, kerusakan terjadi akibat lalu lalang kendaraan yang diduga melebihi tonase. Kondisi semakin diperparah dengan guyuran hujan beberapa waktu terakhir.

“Tiap hari puluhan mobil pengangkut gabah dan gas ataupun mobil angkutan berat lainnya melintas di jalan ini. Makin bertambah parah lah jalan di desa kami,” jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan Asngari (45), warga desa setempat. Dirinya mempertanyakan upaya pihak terkait untuk segera merealisasikan aspirasi warga.

“Kami sama-sama bayar pajak, maka kami juga harusnya mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah. Kalau harus menunggu jatuhnya korban jiwa yang lebih banyak, lebih baik kami blokade saja jalan ini,” tegasnya.

Jika tidak juga direspons, warga mengancam akan memblokade jalan demi keselamatan pengguna jalan.

Sementara itu, Kuwu Tinumpuk Eka Munandar melalui Sekretaris Desa Tanurih menyebutkan, Pemdes Tinumpuk telah mengajukan usulan kepada pihak terkait. Namun, hingga kini, belum ada tindak lanjut untuk memperbaiki jalanan yang rusak.

“Sejak pertama kali dilantik Februari 2018, pemdes telah 4 kali mengajukan usulan kepada pihak terkait. Namun hingga saat ini, hanya janji dan janji-janji saja yang kami dapati,” jelasnya.

Kini, warga menunggu upaya pihak terkait untuk segera memperbaiki jalanan yang rusak. Sehingga aktivitas serta mobilitas perekonomian warga tidak terganggu. (oni)