Puasa, Padamkan Kebencian dan Hoaks, Fisipol UGJ Buka dan Sahur Bersama Istri Gus Dur

AJAK JAGA PERSATUAN: Dra Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid M Hum memberikan sambutan dalam acara sahur dan buka puasa bersama. FOTO: ADE GUSTIANA / RADAR CIREBON
AJAK JAGA PERSATUAN: Dra Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid M Hum memberikan sambutan dalam acara sahur dan buka puasa bersama.FOTO: ADE GUSTIANA / RADAR CIREBON

CIREBON–Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon, melaksanakan sahur dan buka puasa bersama dengan Istri Almarhum Gus Dur, Dra Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid M Hum.

Sahur dan buka puasa dilakukan di rumah Dekan Fisipol UGJ, Dr H Nurudin Siraj MA MSi, di Desa Karangsambung, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Minggu sore (12/5) hingga Senin (13/5) dini hari kemarin.

Acara tersebut terselenggara dalam rangka pengabdian masyarakat Fisipol UGJ yang bekerja sama dengan Puan Amal Hayati pimpinan Shinta Nuriyah.

Hadir sejumlah tokoh masyarakat, Gusdurian dan barisan kader Gusdur se-Wilayah III Cirebon, Dosen dan Mahasiswa Fisipol UGJ, Banser, IPPNU, Kapolsek Arjawinangun, alumni Pesantren Tebu Ireng, dan lainnya.

Kegiatan yang mengusung tema “Dengan Berpuasa Padamkan Kobaran Api Kebencian dan Hoaks” itu diawali dengan buka bersama dan santunan kepada sejumlah fakir miskin.

Kemudian dilanjut tarawih bersama dengan Majelis Pengajian Nurul Huda Desa Karangsambung yang merupakan binaan Dekan Fisipol, Nurudin.

Shinta Nuriyah mengingatkan seluruh hadirin untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan umat beragama.

Serta meneruskan ajaran Gus Dur mengenai keteladanan manusia untuk saling menghormati satu dengan yang lain, dan menghindari segala perbuatan tercela.

“Hindari segala perbuatan tercela atau berita bohong yang dapat memecah kesatuan dan persatuan umat,” ucapnya di hadapan ratusan hadirin yang hadir.

Tuan rumah, Dr H Nurudin Siraj mengatakan, acara yang terselenggara diharapkannya dapat lebih meningkatkan pemahaman mengenai puasa. Bahwa berpuasa adalah menahan sifat negatif yang ada pada manusia.

“Sifat jelek kubur sebagai ikhtiar untuk memenangkan puasa. Dengan demikian Fisipol ingin menjadi garda depan terhadap penangkisan berita hoaks dan memadamkan api kebencian pada bulan Ramadan,” katanya. (ade)