Pulang Ibadah, Bos Batubara Dibacok Depan Rumah, Pelaku 2 Orang Naik Motor

Kaidi alias Asiong ambruk bersimbah darah setelah diserang dua pria yang menggunakan parang. FOTO: IST/RADAR CIREBON
Kaidi alias Asiong ambruk bersimbah darah setelah diserang dua pria yang menggunakan parang.FOTO: IST/RADAR CIREBON

CIREBON-Bos batubara, Kaidi alias Asiong (37), mandi darah. Ia mengalami luka di sekitar wajah, tangan, dan kaki setelah diserang dengan senjata tajam oleh dua pria tak dikenal di depan rumahnya di kompleks Cluster Kecapi Mas, Harjamukti, Kota Cirebon, Minggu siang (15/9) sekitar pukul 12.30 WIB.

Data yang berhasil dihimpun Radar, Asiong diserang sesaat setelah pulang dari gereja oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Luka paling parah dialami korban di bagian tangan kanan hingga jari-jarinya nyaris putus. Usai diserang kedua pelaku, korban dilarikan oleh warga sekitar ke RS Putera Bahagia untuk mendapatkan pertolongan medis.

Mae Azhar, warga Kecamatan Lemahabang yang saat itu tengah berada di RS Putera Bahagia mengatakan korban dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 13.00. Mae Azhar yang sedang menjenguk kerabatnya yang dirawat di RS Putera Bahagia kaget melihat kondisi korban yang sudah berlumuran darah.

“Saya pas lagi di rumah sakit, tiba-tiba ada warga bawa pasien dengan kondisi berdarah-darah. Kalau saya lihat sih lukanya parah, tapi tidak tahu kondisi sebenarnya. Lebih jelasnya langsung ke dokter atau polisinya saja,” ujar Mae Azhar ketika memberikan informasi kepada Radar Cirebon.

Sementara rekan korban, Ganda, mengaku menerima informasi terkait kondisi korban dari rekan-rekannya sesama jamaah gereja. Begitu menerima informasi itu, ia langsung datang ke RS Putera Bahagia untuk mengecek kondisi Asiong.

“Saya kawan di gereja. Dapat kabar makanya langsung ke sini (rumah sakit, red). Kalau kasusnya saya gak tahu. Kenapa dan penyebabnya apa, saya belum dapat informasi lebih lanjut. keluarganya juga belum cerita. Kalau profesinya Pak Asiong pengusaha batubara,” katanya kepada Radar Cirebon.

Dijelaskannya, kondisi terkini korban sudah melewati masa kritis. Ia mengatakan Asiong sudah sadar dan sudah bisa diajak berkomunikasi. Namun diakuinya ada beberapa luka akibat sabetan senjata tajam yang kelihatannya cukup parah.

“Saya lihat ada luka di pelipis, tangan, jari tangan, dan kaki. Lukanya ya luka akibat senjata tajam. Lukanya cukup parah, tapi sekarang sudah bisa diajak komunikasi. Penanganan awal sudah. Katanya sekarang lagi nunggu jadwal operasi. Kejadian katanya di rumahnya. Saat itu di rumah ada anak dan istrinya. Kalau anak sama istrinya apakah melihat kejadian itu atau tidak, saya kurang tahu,” jelasnya.

Radar Cirebon pun sempat mendatangi rumah korban yang berada di depan Terminal Harjamukt itu. Tapi ingkungan rumah korban begitu sepi. Beberapa tetangga korban yang ditemui Radar Cirebon mengaku tidak mengetahui secara persis kejadian tersebut. Warga sekitar malah tahunya ketika situasi di wilayah tersebut ramai dengan polisi dan massa yang berkumpul.

“Saya ngontrak tak jauh dari TKP rumahnya. Saya gak denger keributan. Tahu-tahu itu sudah ramai saja. Saya juga tidak lihat korban dibawa ke rumah sakit,” kata salah satu warga sekitar yang meminta namanya tak disebutkan.

Kondisi rumah korban sendiri terlihat sepi. Tidak ada aktivitas apa pun karena seluruh anggota keluarga berada di rumah sakit. Di lokasi Hanya terlihat mobil sedan hitam milik korban yang tergelincir di lahan kosong dan tidak bisa naik ke jalan.

Sementara saat dikonfirmasi Radar Cirebon, Kasubag Humas Polres Cirebon Kota (Ciko) Iptu H Momon Sukarman mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan penanganan tim Reskrim Polsek Seltim dan Polres Cirebon Kota. ”Masih dilakukan lidik, mudah-mudahan segara terungkap,” kata Momon singkat.

Dari data yang dimiliki koran ini, pada tahun 2016 lalu korban Kaidi atau Asiong pernah melaporkan kasus penyekapan yang menimpanya. Saat itu ia didampingi kuasa hukum Dan Bildansyah dan Titin Prialianti. Kaidi melaporkan kasus penyekapan yang ia alami sampai 14 hari lamanya oleh sejumlah pelaku.

Saat itu Kaidi menyebut jika persoalan penyekapan yang menimpanya bermula dari masalah bisnis dengan relasinya. Kepada wartawan ketika itu, Kaidi mengatakan rekan bisnisnya diduga menyewa beberapa orang untuk menyelesaikan masalah bisnis mereka. (dri)

[adrotate banner="13"]

Berita Terkait